Monday, January 30, 2012

fiya 3

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap


rasanya tak perlu aku terus terusan memikirkannya, tak perlu rasanya aku membencinya, aku terlalu berlebihan.
malam itu sedang tutup buku, di gedung utama ada beberapa orang, diantaranya fiya, dia sedang sibuk mengurusi tumpukan laporan, sedang aku kebagian berkencan dengan arsip barang baru yang akan datang pada awal proyek. aku tak pernah mengenal fiya dan beberapa orang di ruangan itu, tapi malam ini mungkin karena nasib kami sama, lembur, kami bersenda gurau, tertawa, mencoba melupakan mumetnya kepala.
aku mendekati fiya, dia terlihat lelah, aku berusaha meluluhkan suasana canggung karena tak begitu kenal dengan bergurau, fiya tertawa, berangsur pada gurauan selanjutnya, tanpa sadar kami sudah tertawa terbahak seperti sudah saling mengenal lebih jauh.
waktu sudah melewati pukul 2 dini hari, kami semua sudah benar benar letih, tawa sebagian besar dari kami terhenti, sebagian masih dengan komputernya, sebagian sudah mulai membuat gelas kopi yang entah cangkir keberapa.
saat fiya menarik nafas panjang karena kesal dan lelah, aku refleks memegang tangannya berusaha untuk menenangkannya, entah mengapa aku melakukan hal tersebut, apa aku salah?

Friday, January 27, 2012

fiya 2

Love you forever but you're driving me insane
And I'm hanging on


pagi itu lagu bee gees terdengar di kamar kost, mendengar lagu itu aku teringat fiya, sosok wanita yang kubenci, aku baru tahu ternyata usia fiya sudah menginjak 27, usia yang sudah cukup matang untuknya menikah, tapi entah mengapa dia belum juga menikah, dia sudah seharusnya cek ulang sikapnya, ujarku dalam hati sambil menggerutu.

dua hari ini aku tak menggunakan motor, sore hari lebih sering hujan, aku memutuskan menggunakan angkutan umum. di angkot mendekati kantor, aku melihat fiya, dengan kemeja putih warna biru, rok abu tua, terlihat cantik dia di pagi ini, aku sampai tersenyum sendiri melihatnya. apa? tersenyum? kenapa aku harus tersenyum melihat wanita sialan itu, itu ujarku dalam hati. aku mengalihkan pikiran sambil meneruskan membaca buku yang sedang kubaca.

perjalanan ke gedung kami dari pinggir jalan cukup jauh, dan akhirnya terpaksa aku berpapasan dengan fiya dan memustukan mengobrol untuk jalan ke dalam bersama. tak ada obrolan berarti, aku hanya menyindir bagaimana hubungan dengan si candra teman di divisiku yang belum lama dia tolak, dia tersenyum dan hanya menjawab singkat "ah kita cuma temenan ko.." ingin rasanya aku menonjok wajah wanita cantik ini tapi sayang dia wanita, betapa angkuhnya wanita ini, merasa terlalu cantik di hadapan pria, dan aku tak sedikitpun tergoda dengan kecantikan, kemulusan kulitnya, senyumnya, tatapan matanya dan betapa sopannya dia berbicara.

kami berpisaha, divisi dia berbeda bangunan dengan divisiku, kantor kami kecil namun terbagi bagi menjadi beberapa bangunan, maklum lah, perusahaan kami belum lama bergerak di industri ini. aku berpikir lagi, mulutku terus menggumam bahwa itulah senyuman yang membuat nya mampu menipu laki laki lain dan bersifat oportunis, atau dia memang bawaan menjadi cewe matre? ah entahlah.

Wrap myself up and take me home again
Too many heartaches in my lifetime ain't good for me
I figure it's the love that keeps you warm
Let this moment be forever


sore harinya sambil mendengarkan lagu itu, aku semakin percaya bahwa surga bermain dengan sendirinya, rencana tuhan berbeda, aku memang membencinya namun aku hanya mampu membiarkan cacian itu ada di kepalaku, aku meneruskan berjalan pulang, memberhentikan angkot, meyenangkan menghina orang tanpa yang lain tahu, ujarku dalam hati sambil terus membayangkan senyum fiya.

(to be continue)

Monday, January 16, 2012

fiya

"My friends they all been telling me that you're no good
You broke a lot of hearts and you don't even know"

pagi ini aku mendengar lagu itu berulang ulang. aku biarkan terus mengalun. Fiya namanya, pagi ini aku mengingatnya dan akan menceritakannya, dia kawan kerjaku juga, namun beda divisi, dia di HRD. memang cantik, teman temanku banyak yang menyukainya dan tidak sedikit pula yang berani mengajaknya jalan, entah karena terlalu baik atau memang sifatnya terbuka, fiya selalu mengiyakan hampir semua ajakan teman temanku untuk sekedar makan malam bareng atau nonton. namun banyak dari mereka yang berakhir tidak baik, semua ditolak fiya saat menyatakan cintanya.

sedang aku? saat itu fiya hanya menganggapku mungkin hanya seorang biasa, pegawai marketing yang tidak suka jika diajak karoke atau futsal. bukan aku tidak suka bersosialisasi, tapi kadang aku tidak nyaman dengan teman teman kantorku yang kebanyakan dari mereka adalah orang IT membosankan yang tak berhenti bicarakan masalah jaringan atau web design atau bapak bapak yang tak bosan membicarakan pengalaman seksual mereka di panti pijat. yang membuat saya nyaman adalah gaji tiap bulan, memang perusahaan disini memberiku uang bulanan yang lumayan besar, aku bisa membeli banyak hal yang bisa mengalihkanku dari kebosanan di kantor.

teman teman sering memojokanku dengan tantangan "ayo dong berani ga deketin bu HRD cantik itu?" aku malas, aku hanya jawab dengan senyum, aku tau fiya seperti apa, dimataku dia hanya wanita oportunis, ya oportunis, dia bebas menikmati "fasilitas fasilitas" dari teman temanku yang mendekatinya, makan gratis dimanapun dia mau, nonton film terbaru gratis di bioskop manapun fiya mau, antar jemput rumah-kantor setiap hari, dll. aku yakin pada akhirnya dia akan menikah bukan dengan teman teman kantorku. aku bebas mencacinya saat itu di pikiranku. aku memang tidak suka dengan wanita seperti itu, dan yang kdengar wanita cantik memang banyak yang seperti itu, bebas memperlakukan laki laki, apalagi laki laki yang kaya. malah salah satu manager di perusahaan ini pernah juga mendekati fiya cukup lama, pernah mengajaknya liburan ke lombok, dengan fasilitas kelas 1, namun fiya menolaknya, sang manager akhirnya mabuk berat karena kecewa. oportunis terdengar kata yang sangat tepat untuk mendeskripsikan fiya. dan betapa nyaman nya mencaci orang lewat pikiran bukan lewat ucapan.

(bersambung)

Thursday, January 12, 2012

keberuntungan

pernahkah anda mengkategorikan diri sendiri sebagai seseorang yang kurang beruntung dalam hidup, tetapi bukan masalah materi. saya pernah dan mungkin hingga sekarang. steve jobs pernah bilang “Jika kita hidup setiap hari seperti hari terakhir bagi kita, kita akan menciptakan sesuatu yang benar-benar besar di kemudian hari” i mean, do you buy that? saya sih tidak, hari terakhir atau bukan hari terakhir buat saya sama saja, kadar usaha yang saya lakukan ya sama, dan sampai sekarang achievement nya bukan tidak baik sih, tetapi membosankan. dan tolong masalah ini jangan sangkut pautkan dengan masalah bagaimana saya bersyukur/tidak pada Tuhan YME.
adapun kepercayaan bahwa menikah akan mendatangkan keberuntungan? untuk mendapatkan beruntung ada yang mau jadi istri saya saja gagal terus, mau masuk kadar keberuntungan bagaimana? ah hidup tidak boleh disesali itu kata teman saya yang selalu optimis dalam menjalani hidupnya, walaupun saya kira itu monoton dan aga so suci tapi ko dia bisa bahagia yah. dia tenang tenang aja ko walau hidupnya mungkin (kalo diliat statistik beruntung) tidak seberuntung saya. apa saya harus seperti itu? sekali lagi jangan sangkut pautkan ini dengan urusan agama atau Tuhan yah. peran otak untuk mensugesti diri sangat ngaruh berarti yah. itu yang selalu saya omongin sama orang2, untuk percaya bahwa kita bisa menstimulus pemikiran menjadi positif eh tapi saya sendiri tidak melakukan. karena motivasi saya kira bullshit, dan yang terjadi itu ya cuman takdir ajah, udah dari sana nya harus lucky ya lucky, atau harus jadi bastard ya bastard. dan kebetulan saya ga masuk keduanya.
orang chinese percaya angka 9 dan 23 membawa keberuntungan, beruntung sekali yah jadi torres, saha, michael jordan, ibra, rooney. saya sih nomer berapa aja sih kalo disuruh milih, tapi saya suka nomer 7, ga tau kenapa, eh itu karena dulu jagoan2 basket dan sepakbola saya nomer 7. beckham dan thomas tedy. hehe sungguh tidak nyambung.
kembali ke keberuntungan, saya akan menganggap diri saya beruntung jika saya sudah bisa terbang, jadi buat apa saya menulis hal tidak penting ini, bukan buat siapa2, buat kalian aja yang mau menghabiskan waktu membaca tulisan konyol ini. sekian terima kasih. salam keberuntungan dari pantat seorang motivator!

Monday, December 26, 2011

dunia ini busuk

pagi seharusnya saat matahari menyapa dengan hangatnya, dan dingin adalah kawan yang menjadi penyeimbang, saat tidur dibangunkan oleh senyum dan rasa bahagia, saat jiwa siap menyosongsong hari yang lebih baik. tapi itu seharusnya..
beberapa hari ini saya dikejutkan oleh beberapa pernyataan kejujuran, pemikiran buruk dan menjadi saksi beberapa kekusutan hidup yang cukup besar.
nampaknya manusia semakin bergulirnya waktu semakin ditunjukkan oleh Tuhan apa yang sebenarnya terjadi di alam dunia.
menyeragamkan reaksi dengan sabar atau ikhlas sepertinya sulit, kita semua ditawarkan juga untuk beremosi yang terkadang lebih selaras dengan kondisi daripada harus sabar.
mulut tak harus dibungkam, lidah tak bisa dipenjarakan, suara tak bisa diredam,
itu yang menjadi dasar kenapa semua tetap terjadi, Tuhan juga memberikan kebebasan pada manusia untuk bertindak, kebebasan tersebut yang terkadang membuat kita menjatuhkan orang lain, saya ingat seorang filsuf barat pernah bicara, manusia akan terkejut jika dihadapkan pada kebebasan sesungguhnya, saya sangat setuju akan hal tersebut.
namun pada akhirnya semua itu yang mengajariku hidup, mengajariku bagaimana harus bertindak, mengajariku bersedih lalu kemudian berpikir, tak hanya hal baik yang mengajarkan, tetapi juga hal buruk, mau tidak mau kita harus menerima nya, karena seperti yang kita semua tau, dunia ini busuk..

Tuesday, December 20, 2011

keputusan

setiap hari manusia didahapkan dalam pengambilan keputusan, syarat pertama dalam mengambil keputusan adalah kebebasan, tak adanya belenggu pemikiran lain (tekanan internal) atau paksaan dari luar (tekanan internal).

belenggu pemikiran lain atau tekanan internal cukup kompleks, diantaranya pengambilan keputusan harus bebas dari emosi, emosi bukan berarti hanya amarah, tetapi tetapi juga kesedihan, bebas dari emosi memungkinkan manusia bermuara pada keputusan yang benar. yang lainnya adalah bebas dari prasangka, prasangka akan sering menjadi sampah dalam pikiran manusia, membuat kita tidak melihat realitas apa adanya, prasangka lahir dari pengalaman masa lalu seseorang yang dipaksakan dalam pikiran bahwa hal tersebut akan terjadi lagi, prasangka menggiring kita pada pandangan tak jelas dan membawa pada kesalahan. tidak bebasnya dari prasangka membuat manusia kadang berpikiran pesimis akan apa yang akan terjadi atau dilakukan.

dalam pengambilan keputusan penting sekali adanya kestabilan mekanisme jiwa, pertimbangan akan hal material dan visi yang jernih. begitu juga dalam menerima keputusan, rasa menghargai dan mengerti juga diperlukan, lebih tepatnya keduanya butuh keseimbangan dan pengertian, walau terkadang membuat kecewa dan sedih.


*yes, i appreciate your decision

Sunday, November 27, 2011

jawab sendiri


benarkah saat kita memeluk suatu kepercayaan, kita harus tau mengenal semuanya tentang kepercayaan tersebut?
benarkah kita harus mempelajari dan kemudian patuh pada hukum yang berlaku di kepercayaan tersebut dengan total?
mampukah kita tunduk dan taat pada hukum yang berlaku di kepercayaan itu dikemudian hari setelah tau bahwa semua peraturan yang harus kita jalankan itu sangat berat?
akankah kita cuma sekedar mengetahui permukaannya?
akankah kita memilih tidak tahu karena dengan tidak banyak tahu akan lebih mudah?
benarkah kita bermain aman?
sudah totalkah kita percaya pada kepercayaan yang kita peluk?

Tuesday, November 22, 2011

memori

ingatkah di film fight club kita dalam suatu adegan ada ucapan yang kurang lebih berbunyi; saat kitaingin tenang dan fokus, pikiran kita dikondisikanlah untuk masuk ke dalam gua yang dingin dan sunyi, otomatis pikiran kita akan tenang dan fokus.
saya membaca hal yang kurang lebih serupa di tulisan st. augustine. dia mengatakan bahwa memori sebagai gua besar tempat imaji berada, dan akan dimunculkan apabila dibutuhkan.kontrol pikiran divisualkan sebuah gua yang bisa kita kontrol sepenuhnya. mampukah hal tersebut kita lakukan?memori sebagai persepsi masa lalu beda sama persepsi. Artinya dalam memori selalu ada pengurangan atau penambahan yang membuat peresepsi dan kesan jadi lebih rumit. tapi mekanisme otak dan sistem saraf pada tubuh manusia ini terus berkembang, ini yang menjadi dasar pemikiran bagaimana menurut saya bahwa memori bisa diatur. dengan Belajar dari masa lalu dan memprediksikan masa depan maka mari kita mengatur memori..

Thursday, November 17, 2011

pertanyaan

pertanyaan..

siapa yang memilih langkah berdansa kita?
siapa yang membuat kita gila? mencambuk kita dengan cambuk dan memahkotai kita dengan kemenangan saat kita bertahan hidup dari ketidakmungkinan?
siapa yang melakukan semua ini?
siapa yang menghormati orang orang yang kita cintai dengan segala kehidupan kita?
siapa yang mengirim monster untuk membunuh kita dan pada saat yang sama bernyanyi kalo kita tak akan mati?
siapa yang mengajarkan ke kita mana yang nyata dan bagaimana tertawa pada kebohongan?
siapa yang memutuskan mengapa kita hidup dan apa yang kita pertahankan sampai mati?
siapa yang merantai kita? dan siapa yang memegang kunci untuk membebaskan kita?
its you.. you have all the weapons you need..

Friday, November 11, 2011

menunggu


menunggu obat bekerja dan melupakan waktu..

Wednesday, November 2, 2011

jiwa individu

"no man is complete mystery except to himself"
- Proost

kita semua kadang menyimpan apa yang seharusnya tidak disimpan, kita bisa terlihat kuat, handal menghadapi banyak hal namun sebetulnya tidak seperti itu. dalam psikologi sosial, manusia memiliki jiwa massa dan jiwa individu, jiwa massa manusia dijelaskan lebih fleksibel, hormat, santun, kuat dan baik. sedang jiwa individu sebaliknya, memiliki rasa tidak tau santun, barbar, bebas, lepas dan emosional.
keduanya bertabrakan, jiwa individu adalah jiwa sesungguhnya dari apa yang manusia miliki dan selalu ingin dikeluarkan dalam lingkup sosial, namun jiwa massa menahannya dan memberikan kesan yang jauh lebih beradab dari jiwa individu.
jiwa individu biasanya datang saat manusia sedang sendiri dan dalam kondisi tertekan, sedih, bebas, bahagia. disitu jiwa asli manusia bisa keluar. muncul pertanyaan, apakah manusia akan terus menyimpan jiwa individu ini? manusia terkadang ingin teriak bebas dan menangis, marah atau mengungkapkan semua sisi emosional yang dia miliki pada siapapun yang dia inginkan, manusia tak ingin ada batasan, mereka ingin berbas berjiwa individu di lingkup sosial..
selama ini kita berpura pura, terlalu banyak korban dari kepura puraan jiwa, hentikan dan mulailah bermain kejujuran, setidaknya untuk diri sendiri sebelum untuk orang lain..


Saturday, October 22, 2011

i'm tired

i'm tired of life

Wednesday, October 19, 2011

obrolan..


sore itu saya sedang dalam perjalanan sepulang dari ciamis, sebuah sms datang dari seorang kawan berisi sebuah tawaran menggauli seorang mahasiswi yang terdesak butuh uang, hah?! saya kaget sekaligus saya ingin tau kenapa, apa, mengapa, siapa dll. maka saya langsung telepon dia, si kawan menjelaskan dengan lengkap alasan mengapa mahasiswi ini memilih jalan seperti ini.
saya tau sebetulnya "modus operandi" semacam ini sudah banyak terjadi, pura2 butuh duit kepepet supaya tak disangka pelacur oleh orang lain, mereka memang mahasiswi sungguhan, yang sebetulnya uang yang mereka dapatkan adalah untuk foya2 membeli barang dan semacamnya, bukan untuk keperluan mendadak seperti bayar kost/uang kuliah, lame.
singkat cerita, saya dikenalkan padanya oleh si kawan tadi, dikasih lihat foto2nya di facebook, sangat cantik dannnnn sangat masih kecil... karena penasaran maka saya telepon si mahasiswi ini, sebut saja y, sedang butuh uang untuk biaya kuliah dan kost, dia tingkat 2 sebuah universitas terkenal di bandung, sehari hari menggunakan jilbab hehe, kawan kuliahnya tak ada yang tau dia melakukan ini, kebutuhannya lumayan besar maka dia berencana akan "menjual diri" pada beberapa laki2 hingga kebutuhan nya terpenuhi, dia mengatakan ini pertama kalinya melakukan "jual" seperti ini, saya hanya tersenyum, saya tawari dia untuk bertemu saja untuk saya traktir ngopoi2 sambil ngobrol2 karena saya memang tidak mau "membantu" dia.
akhirnya kami bertemu di salah satu kafe di kawasan dago, kami ngobrol lama, hingga berjam jam, cerita dia masih kurang lebih sama, dia menceritakan masa lalunya dan dirinya yang sudah tak lagi meminta uang pada orang tua. saya tarik kesimpulan, ternyata dia tidak termasuk dari mereka yang ber"modus operandi" seperti yang dijelaskan diatas, dia memang butuh uang untuk hidup, entah kenapa saya percaya akan ceritanya, cara dia berbicara dan gerak tubuhnya mengatakan hal jujur.
pada akhir obrolan saya menjelaskan bahwa saya memang tak bisa membantu banyak, dia tidak apa2, dia berterima kasih bahwa bisa bercerita banyak hal pada saya yang dia anggap sekarang sebagai seorang kaka, suatu kehormatan bisa dipercaya oleh orang yang baru ditemui.
dalam perjalanan pulang saya berpikir, tak hanya cinta yang buta dan kemudian menabrak siapa saja yang ada di depannya, tapi juga hidup..

semua ini, terjual, pluralitas tak berharga..
bayang semu dan tidaklah kekal..
ah sudahlah, tak perlu depresi..

dear y, masa depanmu masih panjang, banyak jalan menuju roma..

Saturday, October 1, 2011

untuk fitzgerald dan rina


aku mengenalnya lewat salah satu kegiatan lingkungan hidup, namanya alfrina, mahasiswi magister bisnis salah satu universitas terkemuka di bandung, dia asli tanggerang, sudah dari awal kuliah dia tinggal di bandung sampai hingga tahun lalu setelah lulus dia memutuskan untuk kembali melanjutkan kuliahnya dan memulai bisnis sendiri dalam bidang fashion.
yang membuatku memperhatikannya saat kegiatan tersebut adalah bukan karena kecantikannya, dan memang dia tidak begitu cantik, tapi karena buku yang dia baca, rina, begitu aku memanggilnya, sedang membaca salah satu novel fitzgerald sambil minum poca green tea di bawah pohon.
tak lama dari sini kami berkawan dekat, rina banyak meminjamkanku novel bagus yang akhirnya harus ku poto kopi karena sudah sangat susah mencari versi originalnya, kecuali terjemahannya yang isinya lumayan tidak menyenangkan untuk dibaca.
tadi malam kami berdua di salah satu toko kelontongan gaul di daerah dago, sangat malas untuk berada disana pada malam menjelang akhir pekan, namun rina memintaku menemaninya untuk menemui salah satu kawan lamanya asal jakarta yang sedang berkunjung ke bandung dan tidak tau banyak daerah bandung, how typical.
rina memperkenalkanku sebagai pacarnya, aku cukup terkejut, selama obrolan rina tak lepas melepaskanku dari pelukannya dan mendaratkan beberapa kali kecupan di pipiku, aku kaget terdiam, tak banyak bicara dan lebih memilih untuk "menerima" hal ini. setelah pamit dan pisah, rina mengajakku ke rukonya, rina diberikan ruko oleh orang tuanya untuk sekalian dia dapat memperlancar kegiatan bisnisnya tersebut.
akhirnya rina menceritakan semua, bahwa wanita yang tadi dia temui tadi adalah bekas kekasihnya dulu, mereka dulu berpasangan, aku cukup kaget, terdiam, tak tau harus ber feedback seperti apa mendengar penjelasan rina ini. setelah panjang lebar, akhirnya aku mengerti bahwa rina sudah tidak lagi seperti itu, sejak 4 tahun lalu rina sudah mulai sembuh dan menyukai lawan jenis. walaupun tak sempat berpacaran dengan laki laki tapi dia sudah berani menyatakan diri dia total sudah kembali normal. malam semakin gelap, dingin tak terelakkan, hasrat kami memuncak, akhirnya waktu menjawab bagaimana rina sebenarnya..

Tuesday, September 27, 2011

satu sudut gembira


entah kenapa beberapa waktu terakhir ini otakku selalu dipenuhi dia, yang dulu sering sekali ada, menemani malam dengan kegilaan insomnia berdua, berdiskusi TS elliot hingga membahas destoyevsky sebelum kita terjerat dalam ramuan alkohol, membanggakan chuck palahniuk sebelum kita terjebak dalam ciuman yang berujung pada peluh.
tangis tak pernah ada, spontan selalu menjadi pembelot sejati dari keteraturan rencana, menemani air hangat saat kita berendam dalam kegilaan barisan para penghancur batasan cinta. aku takkan lupa. saat ciuman terselip diantara kau dan aku saat pacarmu lengah. aku rindu kegilaan seperti itu. Sekarang, kau tak kembali, saat ombak membawamu ke timur, aku pasrah, aku sudah tau ini akan terjadi. aku hanya sedang kehilangan saja, satu sudut gembira..

reaksi


aku kadang membayangkan bagaimana reaksi orang orang saat tahu aku meninggal dunia, pengumuman di masjid dekat rumah, wajah terkejut para sahabat, karangan bunga duka cita di depan rumah, ruangan kosong tempatku bekerja, analisis rumor diantara orang orang, tangisan, tahlilan, rasa kehilangan.
aku sering membayangkan diriku tak lagi ada dunia, entah realitas macam apa yang akan terjadi kemudian, aku hanya berharap bisa melihat bagaimana keadaan sekitar setelah ku meninggal selama 2 hari. sisa nya aku tidak perduli, aku tak ingin dibenturkan kenyataan bahwa sebenarnya tak akan ada yang merindukanku.
setiap pagi aku beranggapan bahwa semua baik baik saja, menjalankan hari, makan, bekerja, bermain, belajar, lalu kemudian tidur lagi, aku terlalu banyak berpura pura dan menyimpan segala macam di kepala tanpa mencoba untuk mengeluarkannya. aku terlalu berangapan bahwa semuanya baik baik saja.

Saturday, September 24, 2011

seketika hujan


entah kenapa pagi indah harus hujan, aku sudah berdiri di depan rumah bersiap pergi, sengaja hari itu aku sengaja ingin menembus kemacetan kota menuju suatu tempat dimana aku dan dia akan bertemu.
rintik rintik sepertinya terus berubah menjadi deras, sinar matahari yang semula sangat bersahabat kemudian berubah menjadi musuh, tapi entah mengapa aku mulai melaju, aku tidak berhenti hingga hujan reda atau setidaknya ganti menggunakan mobil. lagu di earphoneku mulai tak jelas karena beradu keras dengan suara hujan yang menerpa helm. tak lama lagu ini mengalun, trouble dari coldplay, aku sangat konsentrasi dengan liriknya, pikiranku kabur di depan namun entah mengapa aku masih sanggup untuk mengerem atau memperhatikan seksama kendaraan yang ada di depan.
aku mulai berpikir tentang hidup, aku tak nyaman dengan kondisi sekarang, semua kudapatkan, semua ada di hadapan mataku, namun semuanya terasa kosong, aku tak tau bagian sebelah mana yang seharusnya diisi, pernikahan? aku dan dia sudah membicarakannya. namun entah kenapa hasrat ku hilang, aku sudah tak perduli, lost in oblivion. uang? aku bukan orang kaya namun untuk makan sehari hari, membayar tagihan bulanan dan mabuk akhir pekan nampaknya sudah cukup. keluarga? aku punya keluarga yang sangat menyayangiku. karir? aku memegang jabatan yang cukup baik, lonjakan karir ku lumayan signifikan. apa yang kosong sebenarnya?
aku pikir sekarang aku sudah mulai menyalahi aturan, aku sudah berhenti berdoa pada Tuhan, aku tidak mendapatkan faedah dari berdoa, aku membiarkan diriku "whatever will be, will be". aku sudah pasrah, sering aku melakukan hal yang sekiranya dapat membuatku melupakan semua walau sekejap dan itu sangat membantuku, aku memaksakan diriku pada keadaan apapun walau terkadang merugikan diri, aku tak berhenti bekerja, i push myself to the limit, aku sudah tak mampu untuk tidur nyenyak, tapi dibalik itu aku masih mampu tersenyum, aku masih mampu terkadang bahagia, berasumsi bahwa hidup di depan mata adalah keindahan walaupun sebenarnya jauh di dalam diri aku menyangkalnya.
tanpa sadar di depanku sudah ada mobil yang berhenti mendadak, aku telat menginjak rem, seketika tubuhku tergusur di tanah oleh grafitasi..

they spun a web for me, they spun a web for me..

Friday, September 16, 2011

kuantum pikiran

"semua ini, terjual, pluralitas tak berharga.. bayang semu dan tidaklah kekal.."

di dalam bis itu aku mendengarkan lagu metal dari sebuah band lokal, hiruk pikuk di dalam bis ditambah dengan suara teriak teriak si penyanyi menambah pusing kepala, namun entah mengapa pikiranku tidak terbawa kesana, hanya telinga dan urat2 di kepala ku yang bekerja, otakku entah terbang kemana, menerawang di dalam panas dan hiruk pikuk suasana dalam bus.

mungkin, aku berada di ambang kegilaan, jika orang lain tau apa yang sedang terjadi. tapi membuka diri pada hal lain dalam satu kondisi merupakan hal nikmat, setidaknya itu yang kurasakan sekarang. dalam hujan aku sering tersenyum walau badan terasa dingin, dalam sedih aku suka memukul diriku sendiri seakan aku kebal dan tidak merasa sakit. aku senang saat otak dan perilaku ada dalam kondisi yang berbeda. aku sudah muak dengan keselarasan mungkin.

apalah artinya gila jika aku dan mungkin banyak lainnya tidak bisa mendeskripsikan normal, seperti apa normal. bukan masalah jika aku terhanyut dalam masalah, dan adalah masalah jika masalah tidak dijadikan sebagai masalah, masalah akan beres jika dijadikan masalah, masalah tidak akan pernah beres jika menghindar dan tidak dijadikan masalah.

terhambat mungkin otakku dalam labirin panas, terik dan mendengar hingar bingarnya band metal ini, tapi aku setidaknya merasakan kehebatan dengan teori yang ku ukur sendiri. aku mampu memecahkan teori lompatan kuantum pikiran, teori yang kuciptakan sendiri.



Monday, August 29, 2011

maaf

saya pernah membaca bahwa ketupat atau kupat dalam bahasa jawa berarti kependekan dari ngaku lepat atau mengakui kesalahan. bagi banyak orang momen lebaran di indonesia diakui saat paling tepat untuk meminta maaf dan memaafkan. namun saya berbeda, saya beranggapan tidak pernah ada momen paling tepat untuk hal tersebut, memaafkan dan meminta maaf bisa dilakukan kapan saja dan tidak memberi maaf atau tidak mau meminta maaf pun wajar saja dilakukan.
manusia dalam terminologi saya memiliki sifat humanis, semacam marah, kesal, benci, dan apakah rasa seperti itu bisa hilang begitu saja pada saat kita mengucapkan maaf di mulut di hari lebaran? saya pikir tidak. sifat humanis tadi mengakar, pada ujung yang disebut emosional, manusia memiliki emosional yang labil, setidaknya itu yang saya lihat di sekitar saya. saya percaya apa yang dikatakan freud bahwa alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku.
percayakah kita bahwa manusia memiliki sifat asli, sangat natural, yang ingin selalu unggul, terkadang jahat dan bersenang senang? saya percaya dan hal tersebut dibuktikan dalam ilmu psikologi. jika unsur ini tidak tercapai, maka akan adanya peningkatan ketegangan dalam kehidupan. meminta maaf atau memberi maaf bisa saja masuk dalam fase memaksa diri untuk "tidak unggul" atau bukan sifat asli. jadi sekali lagi, untuk tidak memaafkan atau minta maaf adalah suatu hal yang wajar buat saya, karena natural. ditambah dengan banyak alasan pribadi lain yang hanya si manusia tersebut mengetahui mengapa dia layak untuk meminta maaf atau memberikan maaf.

Sunday, August 28, 2011

passion


dulu aku sering mengunjungi blog itu, tersenyum saat melihatnya mengeluarkan apa yang ada di pikirannya lewat kata. sempat kuberanikan diri menguraikannya di blog ku, mengajaknya berkunjung untuk juga membaca apa yang ada dipikiranku. tak langsung dia mengatakan iya dan langsung berkunjung, waktu tak pernah tepat, sedangkan kumpulan kata disitu semakin sini semakin usang, tak sanggup lagi sama dengan pikiran sekarang, mati digerus waktu.

waktu berjalan pun berjalan, aku lelah, tak mau lagi mengajaknya berpetualang dalam duniaku, blog ku sempat mati dalam waktu beberapa bulan, tulisan tersebut tapi masih tertata baik di jejeran tengah halaman pertama. tulisan dimana aku mengatakan aku ingin mencumbunya lewat untaian kata, merasakan nikmat orgasme bersama nya dalam labirin setiap bacaan. namun siapapun diatas sana yang memiliki dunia berkata beda, dia menuntunkan dirinya untuk mengklik blogku, membaca ungkapan pikiran, yang tertuju untuk membawanya terbang dan hinggap di dinginnya angkasa malam, berdua. aku tau dia tersenyum saat itu.

tak ayal doaku bersambut, tulisan terbarunya bersambut dengan tulisanku, aku pun ikut tersenyum walaupun dia tak tau aku tersenyum, warga dunia maya menyambut koneksi kami yang akhirnya tersambung, kami berpesta dalam balutan kata setiap hari dengan luapan indah membakar sealam semesta. Tuhan, andaikan kau ada, pasti kau akan tersenyum dan menyambut ajakanku untuk menari kegirangan.

aku bercinta dengannya lewat tulisan, lewat ketikan tek tok di tuts keyboard kami, aku orgasme saat dia membalas semua hasratku, aku terapung, menembus luar galaksi bima sakti. rasakan cumbuan kami..

Saturday, August 27, 2011

life

can you imagine how good life is

Sunday, August 14, 2011

kebenaran


kunyalakan rokok, walaupun sebenarnya aku bukan perokok,
kuminum minuman keras, walaupun sebenarnya aku bukan pemabuk,
kuminum obat penenang, walaupun sebenarnya aku tidak sakit,
aku tersenyum, walaupun sebenarnya aku tidak sedang bahagia,
tiba tiba aku meneteskan air mata, padahal aku tidak sedang bersedih,
aku melihat lihat sekitar, walaupun aku tidak tau sedang mencari apa,
aku termenung, walaupun aku tidak tau memikirkan apa,
kebenaran adalah bukan yang kita lihat, kebenaran sebenarnya tersimpan..

Wednesday, August 10, 2011

siapa?


sudah terlalu lama aku berdiam diri di depan layar monitor ini, tak ada segeming pun suara di kantor, hanya tekanan tuts keyboard yang tak henti terdengar. di layar namanya muncul menyapa rutin setiap pagi dan sore, lewat YM atau gmail, aku tak pernah bertemu dengannya, kali ini dia mengingatkan untuk tidak telat makan malam dan ucapan hati2 di perjalanan pulang. obrolan kita pun tak pernah menyinggung lebih jauh akan identitas diri, aku merasa nyaman dengannya, jauh dilubuk hati aku pun ingin dia merasa nyaman denganku.
aku sadar kadang ini menghawatirkan atau bahkan patut dikasihani, tetapi aku kesepian, benar benar kesepian, ingin aku bertemu dengannya, menikmati hari layaknya seorang pasangan yang dimabuk cinta, seperti di film drama, namun ya tidak bisa, kami berjanji tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kami hanya sahabat yang tidak pernah saling mengenal, walaupun sebenarnya aku ingin menyebutnya lebih dari sahabat.
kawanku pernah bertanya siapa, aku jawab dia pasanganku, sedang bersekolah di luar negeri, dia percaya saja, andai akupun bisa sepercaya itu. sekarang aku akan mematikan komputer ini, sampai jumpa esok hari ya, ucap ku dalam hati, semoga dia merindukanku sebagaimana aku merindukannya malam ini..


Thursday, August 4, 2011

unreal


you're unusual, you're unreal..

Monday, August 1, 2011

benar?


dunia berlari terlalu cepat, sekarang sangat sulit untuk nuwanda mengejar nya, jadi daripada terus mengejar, nuwanda lebih baik diam di tempat. mengikuti alur teknologi pun nampaknya semakin sulit, selalu saja ada barang2 yang lebih berteknologi modern, kita sebagai mahluk yang tidak pernah puas, ya setidaknya itu menurut prinsip ekonomi, akan terus saja mengejar hal tersebut dan kadang melupakan kemampuan kita sendiri. dunia ternyata jauh lebih indah saat kita mampu mengembalikan fungsi semua ke semula.

Monday, July 25, 2011

pagi dan lontong sayur


senin pagi membuatku tak bersemangat, sepiring nasi goreng bekas tadi malam yang sengaja tidak kuhabiskan untuk sarapan masih tergeletak ditutup secarik kertas koran. pagi ini aku bangun dengan pikiran yang sangat tidak menyenangkan, tidur seperti biasa tidak lama setelah semalaman aku mengerjakan laporan akhir bulan.
semalam dini meneleponku, bercerita bagaimana senangnya dia menghabiskan akhir pekannya di jakarta menonton salah satu konser musik, aku kurang bersemangat mendengarnya karena dini tak berhenti nyerocos di ujung telepon dan aku harus terduduk di depan komputer dengan berkas setumpuk. dini adalah seorang kawan baruku, aku dikenalkan deni sahabatku, waktu perkenalan kami sudah sekitaran 3 bulan, kami langsung klop karena kebetulan kami sama sama sulit untuk tidur. sejak itu dini dekat denganku, dekat secara teman, kami kawan berxcerita dan kemudian kawan saling menghina, hehe dini menyenangkan, aku tak pernah berpikiran lebih, hanya sebatas kawan..
dini kembali mengirim sms, dia bilang dia sudah ambil cuti hari ini untuk beristirahat dan mengajakku untuk makan siang bersama nanti di cafe biasa dekat rumah rumahnya. aku tidak menjawab sms dini, 25 menit kemudian dia langsung menelepon sudah masuk area komplek rumahku. tak lama dini datang, dia membawa lontong sayur masih hangat dalam rantang kecil berwarna perak itu. dia menyiapkan makanan nya kemudian dalam piring, sedang aku masih terdiam di depan televisi, masih memegang handuk, bersiap mandi dan pergi ke kantor, yang hingga detik ini masih belum saja kulakukan.
dini menanyakan dimana kusimpan kemeja dan celana kerja, aku menjawab dengan malas, otak ku masih tertuju pada tv dan rasa malas menghadapi hari senin. 15 menit kemudian waktu sudah menunjukkan pukul 7, dini berada di depanku sambil menarik tanganku dan menyuruhku mandi, aku berdiri, berjalan menuju kamar mandi, aku melihat lontong sayur hangat dan air putih sudah tersedia di meja makan, aku melihat kemeja dan celana ku sudah tersiap di kamar tidurku. aku masuk kamar mandi menyalakan pancuran dan membasahi kepalaku, sambil mulai tersadar, apa yang dini lakukan? apa aku tidak bermimpi? ternyata dunia memang bisa berubah kapan pun, sifat pun memang buta, dia bisa menabrak siapa saja..



Friday, July 22, 2011

demi lisna


uangku habis, padahal malam ini aku berjanji akan datang menemui lisna, anak pak tatan, pegawai catatan sipil. pak tatan ini lulusan pesantren di daerah tasik, entah apa nama pasantren nya, pengetahuan tentang islam nya hebat, setiap malam minggu saat saya berkunjung menemui lisna, pa tatan selalu bercerita tentang kejadian yang sedang ramai dan bagaimana presepsinya menurut islam. saya sih sebetulnya kurang tertarik mendengar cerita seperti itu, karena tujuan awalnya memang ingin bertemu lisna, tapi kan ga mungkin juga obrolan pa tatan dicuekin begitu saja.
lisna sekarang sedang tugas akhir, lisna kuliah jurusan administrasi perkantoran di unpad, kami membina hubungan serius, setelah lulus dan lisna mendapat kerja, saya dan orang tua berencana untuk datang menemui keluarga lina, oh ya, orang tua saya tidak tinggal disini, mereka tinggal di sumedang, saya pun lahir dan dibesarkan di sumedang, di sebuah daerah kecil bernama congeang. di congeang ada tempat pemandian air panas. nah daerah situlah rumahku.
saya sekarang bekerja sebagai surveyor di salah satu kantor kreditan, tugasku mensurvey para calon pengkredit, apakah mereka layak disetujui kreditan nya atau tidak, itu tanggung jawabku. tadi pagi saya baru dapat musibah, kreditan motor macet, si penunggak pindah alamat, saya ribet sendiri mengurusinya, tapi sudahlah ini sudah jadi urusan polisi.
ayah lisna sudah sering bicara segeralah saya datang dengan orang tua, melamar maksudnya, saya hanya tersenyum, untuk sekedar informasi, ayah saya hanya seorang pensiunan pegawai kecamatan, sedangkan ibu hanya ibu rumah tangga biasa, masuk kuliah saya dibiayai paman, adik ibu yang sekarang sudah wafat dan meninggalkan 3 orang istri dan 6 anak yang selalu terlihat sirik pada saya karena dikuliahkan ayah mereka.
kadang saya berpikir nekad melakukan sesuatu untuk biaya pernikahan, tapi pada dasarnya saya memang manusia baik, jadi ya susah untuk berbuat jahat atau sedikit bermain dengan uang kantor. tapi memang pusing juga memikirkan biaya nikah, tabungan tiap bulan tidak nambah nambah malahan habis dipakai biaya ini itu tidak jelas dengan lisna, kadang kita makan malam di cafe atau kadang membelikan lina baju yang harganya lumayan mahal. tapi demi lisna saya sih sanggup sanggup saja walaupun kadang kecekek sendiri pertengahan dan akhir bulan.
bukannya otak jorok, tapi sampe detik ini lisna tidak mau saya cium, dia beranggapan lisna ga terlalu islam islam banget, dia suka nonton film porno dengan kawan kawan nya, dia suka membicarakan masalah itu dengan saya, cuma dia tidak mau saya cium sekali saja, kami hanya berpelukan, cukup sebatas itu, tapi demi lisna saya sabar.
sore itu saya membatalkan dengan meng sms lisna bahwa saya gagal ketemu dengannya, lisna marah, saya beralasan bahwa ada pekerjaan di kantor mendadak lembur, tapi sebetulnya saya sangat ga punya uang, lisna pasti mengajak saya ke cafe atau belanja. biarlah lisna marah, nanti juga adem sendiri buatku. akhirnya malam itu saya habiskan di depan counter pulsa teman sambil ngeroko dan ngopi2. tapi saya kaget, lisna bersama orang tuanya terlihat di seberang jalan, saya sengaja bersembunyi karena lisna mengira saya ada di kostan. tak lama sebuah mobil sedan hitam warna hitam mendekat. seorang dewasa mungkin umurnya 6 tahun diatas saya turun, sun tangan pada ayah ibu lisna, dan mengecup kening lisna tepat di depan orang tuanya dan menuntunnya masuk mobil, kedua orang tua lisna pun mengikuti masuk ke mobil tersebut. teman2 saya yang ada disitu diam, semua melihat serempak pada wajah saya yang sembunyi dibalik counter. saya terdiam. entah mau bicara apa2. nampaknya hidup seperti biasa tak terduga, siapapun bisa hancur kapan saja, cinta memang buta, dia bisa menabrak siapa saja..


Monday, July 18, 2011

rey


di masjid dekat balai kota itu rey menangis pelan, setelah usai shalat magrib tangis nya pecah, air mata nya mengucur tak berhenti. dia meratapi hidup yang semula menurutnya tak lagi baik.

semua berawal dari seminggu lalu, hidup rey berubah drastis, masalah besar menimpa dirinya, hampir setiap hari rey habiskan waktu di beerhouse daerah dago atas, mabuk, pulang ke rumah hampir menjelang subuh. rey marah pada Tuhan karena Ia tidak mengerti dirinya, karena membuyarkan semua rencana hidupnya yang sudah dia simpan baik2 selama bertahun tahun, karena masalah ini harus datang, karena membuyarkan mimpinya, karena membuatnya terpuruk seperti ini, karena membuatnya mabuk setiap malam, dan karena hal hal lainnya yang menyebabkan semuanya hancur lebur.

pada hari itu rey sedang menyetir mobil sendiri, ia hendak mengarahkan mobilnya ke tempat beerhouse, seperti biasa malam ini rey berencana mabuk lagi. namun adzan magrib terdengar di radio, sekejap rey mengarahkan mobilnya ke parkiran masjid, langkahnya masih serasa melayang, mengarahlah kakinya ke tempat wudhu, mengambil air wudhu lalu shalat magrib berjamaah di masjid tersebut. tangisnya pecah setelah salam, air matanya tak berhenti, dia merasa sangat dekat dengan sang pencipta saat itu, merasa bebas bercerita semuanya pada Tuhan.

terkadang rasa baik muncul di saat yang tidak tentu, rey merasakannya,

Sunday, July 17, 2011

ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

00:46 sebutir alprazolam sudah kupegang, didepanku sudah ada air putih, beberapa obat penenang kurasa sudah tidak bisa lagi berpengaruh, terakhir kucoba obat tidur dengan dosis sedang, memang membuatku mengatuk, tapi hanya mengantuk, tidak tertidur, aku kembali dicambuk dengan rasa depresi yang berkecamuk itu. rasa ini tidak bisa hilang, hasrat tidurku hilang, saat malam aku selalu teringat kejadian kejadian buruk itu, bahkan hasrat seks ku menurun drastis, entah mengapa, tapi yang aku tau depresi bisa merembet kemana saja. itu yang kutakutkan, aku ingin sembuh, masalah ini sudah mulai besar, mengganggu kesehatanku. akhirnya aku mengurungkan niatku, tak sebutir, aku menyiapkan satu setengah butir, aku akan meminumnya sekarang, dan semoga Tuhan memperdulikanku..

Friday, July 8, 2011

membuka hal baru..


aku hadir dalam ketidaktahuan sisi lain dunia, aku hadir hanya dalam satu sisi putih yang menceritakan dunia fantasi yang indah dimana segalanya serba baik dan teratur, dimana mimpi pasti terkabul, dimana cinta pasti berakhir indah, dimana kesempurnaan tidak mengenal cacat.
tapi waktu membukakan semuanya, membukakan sisi lain dari dunia, bahwa semua hal tersebut tidak pernah ada. yang ada itu adalah dimana mimpi tak pasti terwujud, bahwa mimpi bisa memperburuk suasana, dimana kesempurnaan tak pernah berlaku, kata sempurna tak pernah dimiliki manusia.

betapa teganya..

beberapa hari kebelakang saya janjian sama si fai, sahabat lama si pecinta sejati linkin park. hari itu kami sudah niatkan untuk mabuk dan bercerita sekuat tenaga akan apapun. terdengar miris. hehe. biar saya terangkan dulu tentang fai. fai adalah seorang akuntan di salah satu bank, gadis periang, peminum bir kadang kadang, menjadi traveler pantai sejati di kala waktu sengganggnya, minggu depan dia akan ke menyusuri pulau di daerah timur indonesia, kami saling mengenal karena dulu fai adalah moderator di salah satu forum musik yang aku rajin ikuti.
waktu menunjukkan waktu setengah tujuh malam, fai masih belum saja datang, botol bir sudah hampir mau habis, perut sudah malas untuk menegak botol ke dua. namun tak lama sosok wanita sedikit tomboi tapi cantik itu datang sambil senyum merasa bersalah. dia minta maaf telat karena sulit mencari taksi (manja pisan pake taksi!).
fai mulai nyerocos masalah kantornya, masalah dia diajak menikah sama salah satu manager di kantornya, masalah ayahnya yang kemarin sakit, masalah lain lain dan lain lain. tapi masalah terakhir yang fai ceritakan sangat merubah hidup saya saat itu juga. dan botol pertama jackdaniel pun sudah terbuka dan tertuang ke gelas kecil yang ada di depan kami ini.
aku bertanya pada fai, "apa yang bikin loe bisa berani menghadapi hidup?", jawaban fai hanya satu kalimat tapi rasanya sudah menjelaskan segalanya "gw udah berhenti membuat rencana untuk masa depan". dzigh! seperti mendapat wahyu, seperti mendapat siaraman hujan saat musim kemarau panjang. dia bercerita bagaimana banyak waktu dalam hidupnya diisi dengan rencana rencana besar, dan akhirnya semuanya gagal begitu saja dikarenakan satu hal. disitu hidupnya berubah total, dia menjalani hidup tanpa rencana, dia ingin bebas saja tanpa peduli tekanan atau bahkan kesulitan esok hari. "kalo gw besok pengen jalan ke pulau seribu untuk santai dan milih bolos kerja ya gw lakuin, mau gaji gw dipotong atau gw dikasih SP ya gimana nanti, gw pengen seneng2 tanpa harus nunggu2, kalo gw mau seneng sekarang ya gw lakuin sekarang" itu ujarnya.
mungkin jawaban seperti itu yang saya butuhkan sekarang, sama seperti prinsip baru di hidup fai. tidak mau membuat rencana lagi demi masa depan, jika ingin senang sekarang ya senang sekarang, tidak usah direncanakan.
3,5 jam kemudian sebotol jackdaniel tersebut tidak habis, fai terlalu malas untuk terlalu banyak menegak minuman seperti itu, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, fai terlalu mabuk untuk pulang ke rumah, fai menginap di rumahku malam itu, aku menyelimutinya dan melihatnya terlelap, sambil berucap dalam hati "dunia, betapa tega nya kau pada kami.."

Sunday, July 3, 2011

leuwi panjang..


sore itu di terminal leuwi panjang, "semua yang kau dapatkan pada akhirnya akan kau lepaskan", itu bergejolak di pikiranku, suatu saat aku berharap genggaman itu datang lagi disini, bukan untuk melepas, tapi menyambutnya kembali,
dia datang sekelibat menerawang cahaya, mengobati nanar penasaran,

berjalanlah bisnya..
leuwi panjang mendadak lagi kusam dan bau,
aku melangkah seperti dia, pergi saling meninggalkan.

Saturday, July 2, 2011

this is just a game

Lie awake in bed at night
And think about life
Do i want to be different?
Try to let go of the truth
Cause this is just a game

Everyone's looking at me
I'm running around in circles, baby
A quiet desperation's building higher
I've got to remember this is just a game

Sunday, June 5, 2011

so..

so when you come around, you'll find me on the ground, searching for a piece that i never found..

Monday, May 2, 2011

tulisan pagi

ada beberapa teori kebenaran dan tingkat kebenaran dalam ilmu filsafat yang pernah saya baca, salah satu nya yaitu tingkatan ilmiah, yaitu pengalaman yang didasarkan disamping melalui indra, tapi juga diolah dengan rasio. inilah dasar yang sering saya pakai dalam mencari kebenaran. apakah manusia membutuhkan kebenaran? iya karena ini merupakan satu nilai utama dalam kehidupan manusia.

plato pernah bilang, kebenaran itu penyesuaian pemikiran dan kebenaran, saya setuju. tapi kadang kebenaran juga disesuaikan dengan keinginan dan tujuan, ini dijelasin di the pragmatic the theory of truth, disini dibilang jika kebenaran akan disebut baik jika berguna dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. dari sinilah beberapa orang kadang berkilah mengenai "white lies", buat mereka "white lies" dinyatakan halal selama tidak menyakiti orang lain (memberikan manfaat) dan tidak menghancurkan suasana (berguna).

buat saya kebenaran adalah wujud pemahaman, ditentukan potensi subjek, jadi kebenaran adalah kebenaran, pembelaan pragmatis saya kurang setuju, kebenaran tidak bisa disesuaikan.
budha pernah ngmng, ada tiga hal yang ga bisa disembunyikan lama; matahari, bulan dan kebenaran.

Monday, April 18, 2011

pilihan..


manusia selalu dihadapkan pada pilihan, sejak mereka kecil hingga mereka cukup dewasa dan bijak untuk memilih mana yang baik atau buruk untuk mereka. rani namanya, saya mengenalnya saat kita sama sama kursus bahasa perancis, umurnya beberapa tahun dibawah saya, rani memutuskan minggat dari rumah beberapa minggu kebelakang, tekanan hidup memaksanya untuk lari dari kenyataan dan memulai segalanya dengan baru.

usia rani sekarang 23, dia sudah lulus kuliah, dia sudah mulai bekerja sebagai staff tata usaha di salah satu sekolah internasional di daerah buah batu, kehidupan rani selalu aku nilai baik, terlihat tak pernah ada masalah, hingga seminggu kemarin rani mengabari bahwa dia sudah ada di sukabumi dan bekerja disana sejak 2 minggu lalu, dia bercerita dia sudah keluar dari rumah, meninggalkan kedua orang tuanya, rani bilang dia sudah muak dan lelah di rumah, keluarganya terus menyalahkan rani karena langkah yang rani ambil di awal kuliah dulu, keluarga rani menginginkan rani mengambil jurusan keperawatan supaya dimudahkan bekerja, namun rani mengambil jurusan administrasi perkantoran, sejak lulus kuliah rani memang sempat terkatung katung menganggur, orang tua nya hampir setiap hari menyalahkan rani, dan saat rani mendapat kerja sebagai staf tata usaha pun orang tua nya masih kurang menyukainya, karena gajinya disitu masih dinilai sangat kecil, entah untuk apa uang gaji rani. belum lagi beberapa bulan terakhir rani mendapatkan sang calon suami sedang berpegangan tangan dengan wanita lain di depan griya buah batu.

mungkin rani selama ini sudah mendapatkan tekanan besar ditambah dengan kasus yang terjadi pada calon suaminya tersebut, sangat bisa dimaklumi jika akhirnya rani mengambil langkah ini, mengambil langkah seribu, pergi mengadu nasib ke kota lain. akhirnya rani di sukabumi mendapatkan pekerjaan sebagai staf salah satu kantor jasa pelayanan kredit kendaraan bermotor. sudah 2 minggu katanya rani bekerja disana, dia bilang dia sudah mengabari orang tuanya namun tanpa memberi tau dimana sebenarnya rani bekerja dan alamat rani tinggal. orang tua nya sempat kecewa dan marah namun akhirnya dia mengerti. rani berujar, pekerjaannya menyenangkan, dia mendapatkan kawan kawan baru yang dapat membuatnya terus tersenyum, menikmati matahari setiap pagi dan membuatnya tak sabar untuk menyongsong hari esok saat malam tiba.

rani mampu menentukan pilihan yang lebih baik, suatu langkah besar yang tidak semua manusia bisa ambil, karena keberanian seperti rani tidak semua memilikinya, i'm happy for you ran..

Saturday, February 12, 2011

goodnight and goodbye


elegi udara tanpa puisi
bukan untuk ramuan penebar suka
saat dingin dan embun harus dijadikan sahabat
rapuh? tak perlu saat kau kembali, puzzle akan terangkai
cinta tidak egois

andai aku bisa memeluk yang masih berupa fantasi
"you have my attention" tepat di pinggiran florida
Tuhan tak dibunuh sepi, dia menyatakan kegamangan ritma, sama.
dalam balutan sinar kosmik

selamat malam
ledakan pembentuk bumi
daratan tak berbatas oksigen..

Monday, January 31, 2011

hidup lebih baik..

salah satu langkah untuk membuat hidup lebih baik adalah dengan berhenti mendzhalimi hati sendiri dan orang lain..

Thursday, January 20, 2011

cosmic light..

You're not right in the head and nor am I And this why,
This is why I like you, I like you, I like you
- Morissey
kau ada diatas semua dan dibawah semua, hadir diantara "antara", menepis umbar filosofis ikatan grafitasi dan tata ruang keharusan mengikuti aturan ruang hampa. Umbar senyummu dalam dimensi sinar kosmik, membaca satu sudut kemungkinan dari ketidakmungkinan, menjadi big bang theory dari kehampaan titik gelap angkasa, dan aku akan menikmatinya bagai niel amstrong dan aldrin saat menapakkan kaki di bulan. you're a cosmic light..

Saturday, December 25, 2010

menabrak siapa saja..

"you'll always be my stellar" - sent!

sms randi pada inka, beberapa menit lalu.

randi bertemu inka 3 tahun lalu di daarut tauhid, sebuah pasantren modern di bilangan geger kalong bandung, keduanya aktif di kegiatan pasantren tersebut sejak muda, mereka nampaknya sudah mulai jatuh cinta pada saat mereka pertama bertemu. saat itu inka ditugaskan untuk menjadi guide kunjungan mahasiswi univesitas dari brunei yang datang berkunjung, sedangkan randi sedang bertugas mengurus surat kunjungan rombongan tersebut ke biro perjalanan setempat. karena suatu hal randi bertemu inka, "Allah menciptakan mahluk indah, dan sekarang dia tepat depan muka saya" setidaknya itu yang randi ceritakan padaku pada saat awal awal dulu bertemu inka.

inka datang dari keluarga berada, selain ayahnya yang juga peneliti dan dosen, ibunya adalah seorang dokter gigi di salah satu rumah sakit swasta ternama di bandung. randi sangat keras mendekati inka, bagi inka, randi adalah lelaki pertama yang mengenalkannya pada cinta, padahal umur inka saat itu sudah menginjak 21 tahun. tak lama setelah itu, mereka secara tidak langsung masuk tahap "perkenalan". randi dan inka tidak mengenal istilah pacaran, mereka lebih suka menyebutnya "pendekatan", mereka berdua memegang teguh prinsip ini secara islami, mereka rajin ke pasantren barsama, rajin menghadiri acara seminar islam dan pengajian di pasantren. bahkan untuk berpegangan tangan pun mereka terkadang merasa sangat canggung.

hubungan inka dan randi akhirnya harus kandas, kedua orang tua inka menginginkan inka meneruskan kuliah keluar negeri, inka saat ini sudah masuk semester ke 2 berkuliah di NTUST, sebuah universitas ternama di taiwan. berita buruk namun datang pada handphone randi sekitar beberapa waktu lalu, inka tiba tiba ingin mengakhiri hubungan mereka, inka tidak menjelaskan alasan akan langkah yang diambil nya, rendi mensinyalir ada aura ketidaksetujuan dari orang tua inka pada randi, entah alasannya apa. inka yang semula siap akan kembali ke randi setelah kuliah 1,5 tahun nya beres, berubah drastis, inka berubah membenci randi, tanpa sebab jelas, randi hancur, dia tidak bisa berbuat apa apa lagi.

sudah hampir sebulan hubungan mereka kandas. sekarang hidup randi semakin tidak teratur, randi menjadi seorang perokok, setiap malam dia habiskan waktu dengan begadang bersama kawan di sekitaran rumahnya, randi pun sekarang sudah jarang mengunjungi pasantren lagi, bahkan dia sudah mendapatkan surat peringatan dari pimpinan di kantornya karena sering lalai mengerjakan tugas.

terakhir bertemu randi kami tak sengaja berpapasan di sebuah gerai makanan di daerah setiabudi, randi saat itu sedang makan siang sendiri, obrolan randi mengucur hingga 2 jam, tak terasa randi yang saya kenal menjadi randi yang berbeda, dia sekarang sudah mulai mengucapkan kata2 jorok yang biasa tidak pernah dia lakukan dalam bertutur kalimat. bagaimanapun saya mengerti keadaannya, apa yang dirasakan randi mungkin pernah dirasakan banyak orang, tanpa kejelasan dan akhirnya hilang di tengah gumpalan langit hitam, lost in oblivion..

mungkin cinta tak punya cahaya, hingga menabrak jatuh siapa saja..