Tuesday, May 18, 2004

ada kalimat bagus nih dari buku "days of war nights of love" ...

"Perhaps you should find yourself some like-minded friends, stop talking about how bad traffic was and start discussing tactics. Or swear to yourself that you will never, ever again do anything but chase your wildest dreams, every moment of your life. Or buy yourself a liter of gasoline and a bottle. It could be your last purchase ever"
====
seorang filsafat yg anjissss gw lupa sapaaa pernah ngomong, jangan jadikan kata2 hanya menjadi kata2.. ngerti kan?!

"If all of us demand control over what we do and what goes on around us, if all of us do what we can to make life exciting and fair for everyone, things are bound to change. A lot of people know that we don't live in the best of all possible worlds, but persuade themselves that it's hopeless to try to improve things because they're afraid to commit themselves, to take any risks. But it's that lack of ambition that is the biggest risk of all--for what if you do nothing, and nothing happens, and we lose our chance to make this world the paradise it should be? Don't be shy or timid--there's nothing more exciting than taking an active role in the world around you, and there's nothing more worthwhile!"
=======

act now!!!




Thursday, May 13, 2004

idealis and alcohol?
kali ini yang gw bakal omongin adalah masalah idealis pada diri saya sendiri, hauhauhauha anjis apa gw emang idealis? ngga pisan lah! sumpah banyak pisan yg bilang saya idealis, ngga hanya di musik dan prinsip, tapi banyak di hal lainnya juga, apaan? cewe?! heuheuhue.. gw masih jauh buat sampai dibilang kaya gituh, gw bisa sebut banyak orang idealis, tapi dalam hal ini gw ga idealis! dan buat gw sendiri ga tau apa harus seneng atau ngag dibilang kaya gituh, soalnya presepsi orang mengenai kata idealis itu beda2 beda, asalkan ngga dibilang idealis sempit saya senang, tapi kalo dibilang idealis sempit, ngga lah!
yap tergantung gimana orang nangkep presepsi itu..
alcohol? huahuaha.. setahun ini zat ini gw kenal dan selalu menjadi teman yang baik saat sedang "jatuh".. but finally i can get out from this shitty condition! fuck alcoholic!
yah kalo ada orang yg ngejelekin gw karena gw lemah dan lari ke gituan silahkan, gw ga ppernah masalahkan gimana pendapat orang ke gw, opini publik ke gw itu resiko dalam hidup gw..
seperti gw bilang di friendster about my self ..
gw bangga walaupun jadi seorang suckaz, karena apapun yg gw lakukan ga boleh gw seselin, gw harus bangga karena itu udah jadi jalan yg gw tempuh, karena itu pilihan gw, dan hanya gw yg tau kondisi sebenarnya yg terjadi saat itu, makannya gw ambil satu keputusan, apapun itu..

======
i am due for a miracle, I'm waiting for a sign. I'll stare straight into the sun, And i won't close my eyes Until i understand or go blind There's no promise of safety with these secondhand wings, But im willing to find out what impossible means. A leap of faith.

=====


tidurrrrrrrrrrrrrrrr...............
BARTMAN SIGNING OUT!

Sunday, May 2, 2004

Pagi itu dikisahkan ikarus, seorang manusia
bersayap, yang bukan seorang titisan malaikat,
bukan pula mahluk aneh, tetapi seorang mitos dari
yunani kuno. Yang pada akhirnya ikarus kembali
mencoba untuk terbang, sayapnya sempat patah
beberapa bulan lalu dikarenakan tertusuk sebuah
duri dari pepohonan yang pernah dia hinggapi.
Setalah beberapa kali percobaan dia menyimpulkan
jika dia masih belum dapat terbang, sayapnya yang
masih sakit itu masih terasa nyeri yang amat
sangat saat ia coba untuk terbangkan lagi.
Beberapa hari kemudian dia bertemu dengan
sisifus, seorang teman ikarus yang dikutuk dewa
yunani untuk membawa batu besar ke puncak gunung
dan terus digelindingkan lagi kebawah dan
kemudian dinaikan lagi dan kemudian
digelindingkan lagi dan begitu selamanya.
Sedikit perbincangan keluar dari keduanya
saat keduanya bertemu di puncak gunung, ikarus
yang yang ingin berupaya untuk bisa terbang lagi
kemudian meminta nasihat sisifus, dan sisifus pun
berkata bahwa dia harus mencoba untuk
menyembuhkan sayapnya terlebih dahulu sebelum
bisa terbang lagi. Akhirnya ikarus memutuskan
bertemu dengan seorang tabib bernama corelus,
seorang ahli kesehatan pada zaman yunani kuno.
Dengan sedikit dedaunan dan beberapa mantra,
akhirnya sakit yang diderita ikarus dapat sembuh,
ikarus senang tak terkira, rasa sakita yang
menemaninya selama ini dapat sembuh berkat
bantuan corelus, tapi saat dia mencoba terbang,
entah kenapa dia masih belum dapat mengepakkan
sayap dan terbang! Dalam siang dan malam, ikarus
bertanya pada hatinya sendiri, mengapa dia bisa
begitu, tidak lupa pula dalam menyembah dewa, dia
bertanya pada semua dewa, mulai dari zeus hingga
ares, Mulai dari hera hingga Aphrodite. Namun apa
mau dikata sang dewa pun tidak tau apa masalahnya.
Hingga suatu saat dia bertemu seorang
wanita, secantik Aphrodite, sepintar taktik
perang ares dan sesuci kebesaran kuil yunani di
kaki gunung anarsis. Wanita itu mengajarinya
teknik dan tata cara terbang dari pertama
kalinya, selain itu wanita itu memiliki banyak
kesamaan dengan ikarus, mereka membicarakan kitab
dari farabi, seorang murid aristoteles yang
menulis tentang musik, mereka membicarakan
tahapan anal dan oral hingga larut malam, lama
kelamaan ikarus jatuh hati padanya, wanita itu
tidak menyadari apa yang dirasakan ikarus, sampai
akhirnya ikarus dapat kembali terbang, dan
mengharuskannya kembali bertugas ke kuil besar
zeus di kaki gunung anarsis.
Dengan kebesaran dan kemurahan hati zeus,
akhirnya ikarus dapat izin untuk tidak bertugas
hingga matahari terbenam, dia dengan hati yang
menggebu ingin menyatakan cintanya pada wanita
itu, terbang dengan kecepatan tinggi menuju
puncak anarsis, dimana dia bertemu wanita itu.
Tapi, kehendak dewa-dewa lain berbeda, dia puncak
gunung itu, dia melihat seorang pria membawa
segumpal awan putih sambil memeluk wanita itu,
ikarus yang melihat itu dari kejauhan langsung
kembali mengepakan sayap perlahan dan turun
kembali ke kaki gunung.
Akhir kata, luka ikarus sudah dapat sembuh
dikarenakan seorang teman, dan dia dapat kembali
terbang dikarenakan wanita suci itu, tapi tumbuh
luka baru, di dalam hatinya, yang sulit untuk dia
lupakan..