bandung,
dari beberapa hari lalu gw diharuskan tinggal di jakarta untuk keperluan data dsb. yap, akhirnya setelah bersusah payah cari tempat tinggal pada hari pertama, kami dapat tempat tinggal di salah satu hotel yang banyak biasa dipake hotel mesum. heheh di daerah sekitaran menteng.
yap, ternyata deplu, csis dan lipi banyak mendukung dalam gw nyari data ini, heheh rencana dari 6hari bisa selesai 3 hari, ya akhirnya cuma 3 hari lah disana, dan edan lah disana, gw apa yakin kalo suatu saat gw tinggal disana bakalan betah?
dan bukan jakarta kalo gw ga nemu hal yang basi, bukan jakarta kalo ga nemu cowo2 yang korban mode tapi sumpah maksa abis! bukan jakarta kalo ga nemu mobil2 mahal bervariasi tapi maksa! dan bukan jakarta kalo banyak nemu cowo2 bersetelan mirip cw dengan baju so trendy dan dendih abis! dan bukan jakarta kalo ga nemu orang2 kampring! dan bukan jakarta kalo ga nemu panas!
itulah yang bikin gw ga tau apa gw sanggup jika diharuskan tinggal disana? tapi emang sih gw hiperbola, gw emang harus adaptasi sama lingkungan tiap gw dapet yang baru. hehehe.. ya udah deh, gw masih lemes, masih pagi2 ini,, baru pulang semalem dr jkt.
dan ternyata udara bandung jauh lebih indah dan segar dari udara manapun! heuheuhe chauviniskah?
9:24 at my room.
"..kuyakin kali ini hatiku bahagia,
tetap kuiringi siangku dengan tawa dan malamku dengan cinta.."
-pagasa-
its about the love we share, the dreams we refuse to surrender, and the secrets we hold..
Thursday, January 13, 2005
Tuesday, January 4, 2005
ini adalah cuplikan dari skripsi bab 1 saya. huahuahuhaha..
yang berjudul
"paham ekspansi neoliberalisme ekonomi dan implikasinya terhadap sektor industri dan perdagangan di negara berkembang. studi kasus : indonesia. "
Pandangan liberal mengenai ekonomi menjadi terkenal di eropa saat Adam Smith, seorang ekonom asal inggris, menerbitkan buku berjudul “the wealth of the nation” di tahun 1776. Adam Smith dan para pendukungnya menginginkan dihapuskannya intervensi pemerintah dalah hal ini negara, dalam urusan urusan ekonomi. Tidak ada aturan dan larangan dalam kegiatan produksi, tidak ada hambatan perdagangan, tidak ada tarif-tarif. Menurutnya, perdagangan bebas adalah cara terbaik untuk mengembangkan perekonomian nasional. Gagasan-gagasan itu disebut liberal karena penolakannya terhadap kontrol. Penerapan ini mendorong munculnya perusahaan-perusahaan yang liberal atau “bebas”, dalam kata lain yaitu kebebasan bagi para pemodal untuk mengumpulkan keuntungan sebanyak yang mereka inginkan. Liberalisme ekonomi mendapatkan jalan di daerah Eropa dan Amerika serikat sejak tahun 1800-an hingga awal tahun 1900-an. Kemudian depresi ekonomi di Eropa mendorong seorang ekonom bernama John Maynard Keynes untuk membuat sebuah teori pada tahun 1930, bahwa liberalisme adalah sebuah bentuk kebijakan yang paling tepat bagi para pemilik modal. Sedangkan Neo-Liberalisme merupakan ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya, terutama slogan TINA (There Is No Alternatives) dari mulut Margareth Teacher. Neo-Liberal mulai hadir dan didengar juga sekitar tahun 1930-an, dipopulerkan oleh Frederich Von Hayek yang bisa disebut bapak Neo-liberal, dimana bukunya “The Road To Serfdom” menghantam dan mengkritik pemikiran Liberal dari John Maynard Keynes. Dalam buku itu dia mengatakam bahwa pasar merupakan kekuatan manusia, dan buku in akhirnya menjadi kitab kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Diggest pada tahun 1945.Apakah Neo-Liberal yang sedang merajalela ini merupakan kemenangan dari kaum kapitalis yang digambarkan Francis Fukuyama dalam bukunya yang berjudul “the end of history and the last man standing”. Dimana kemenangan demokrasi liberal dan sistem ekonomi kapitalis yang dinyatakan Fukuyama seakan menampikkan dunia ini dalam perjalanan sejarah yang nihil, dimana kontradiksi dalam masyarakat telah teratasi dan bayangan Karl Marx dan Frederich Angels dalam berbagai bukunya besarnya akan runtuhnya sistem kapitalis global dan digantikan oleh masyarakat sosialis yang menguasai semua hajat-hajat produksi merupakan isapan jempol belaka.Neo-Liberal adalah ideologinya, kebijakan IMF, Bank Dunia dan WTO dan badan-badan keuangan dunia lainnya adalah praktek atau implementasinya. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global.
dan kamar masih dingin.. jam 17:37
yang berjudul
"paham ekspansi neoliberalisme ekonomi dan implikasinya terhadap sektor industri dan perdagangan di negara berkembang. studi kasus : indonesia. "
Pandangan liberal mengenai ekonomi menjadi terkenal di eropa saat Adam Smith, seorang ekonom asal inggris, menerbitkan buku berjudul “the wealth of the nation” di tahun 1776. Adam Smith dan para pendukungnya menginginkan dihapuskannya intervensi pemerintah dalah hal ini negara, dalam urusan urusan ekonomi. Tidak ada aturan dan larangan dalam kegiatan produksi, tidak ada hambatan perdagangan, tidak ada tarif-tarif. Menurutnya, perdagangan bebas adalah cara terbaik untuk mengembangkan perekonomian nasional. Gagasan-gagasan itu disebut liberal karena penolakannya terhadap kontrol. Penerapan ini mendorong munculnya perusahaan-perusahaan yang liberal atau “bebas”, dalam kata lain yaitu kebebasan bagi para pemodal untuk mengumpulkan keuntungan sebanyak yang mereka inginkan. Liberalisme ekonomi mendapatkan jalan di daerah Eropa dan Amerika serikat sejak tahun 1800-an hingga awal tahun 1900-an. Kemudian depresi ekonomi di Eropa mendorong seorang ekonom bernama John Maynard Keynes untuk membuat sebuah teori pada tahun 1930, bahwa liberalisme adalah sebuah bentuk kebijakan yang paling tepat bagi para pemilik modal. Sedangkan Neo-Liberalisme merupakan ideologi mutakhir kapitalisme yang saat ini sedang jaya-jayanya, terutama slogan TINA (There Is No Alternatives) dari mulut Margareth Teacher. Neo-Liberal mulai hadir dan didengar juga sekitar tahun 1930-an, dipopulerkan oleh Frederich Von Hayek yang bisa disebut bapak Neo-liberal, dimana bukunya “The Road To Serfdom” menghantam dan mengkritik pemikiran Liberal dari John Maynard Keynes. Dalam buku itu dia mengatakam bahwa pasar merupakan kekuatan manusia, dan buku in akhirnya menjadi kitab kaum kanan dan diterbitkan di Reader’s Diggest pada tahun 1945.Apakah Neo-Liberal yang sedang merajalela ini merupakan kemenangan dari kaum kapitalis yang digambarkan Francis Fukuyama dalam bukunya yang berjudul “the end of history and the last man standing”. Dimana kemenangan demokrasi liberal dan sistem ekonomi kapitalis yang dinyatakan Fukuyama seakan menampikkan dunia ini dalam perjalanan sejarah yang nihil, dimana kontradiksi dalam masyarakat telah teratasi dan bayangan Karl Marx dan Frederich Angels dalam berbagai bukunya besarnya akan runtuhnya sistem kapitalis global dan digantikan oleh masyarakat sosialis yang menguasai semua hajat-hajat produksi merupakan isapan jempol belaka.Neo-Liberal adalah ideologinya, kebijakan IMF, Bank Dunia dan WTO dan badan-badan keuangan dunia lainnya adalah praktek atau implementasinya. Sementara tujuannya adalah ekspansi sistem kapitalisme global.
dan kamar masih dingin.. jam 17:37
Subscribe to:
Posts (Atom)