Saturday, June 25, 2005

" but question that dont answer themselves at the very momment of their asking are never answered"
-franz kafka-

Muhammad Abduh pernah bilang suatu kalimat yang terkenal, yaitu "Aku melihat Islam di Paris, meski tidak ada orang Islam. Aku melihat orang Islam di Kairo, tetapi tak melihat Islam di sana". kenapa?
Robert Owen dan Lionel Ricardo, kedua tokoh besar utopis, berbeda pendapat dalam hal utopis, owen bilang bahwa surgawi kaum utopis berupa pulau yang berisi segala harapan, sedangkan ricardo bilang bahwa surgawi kaum utopis ada pada suatu tempat seperti wonderland. dan jawaban mereka tidak seringan yang dipikirkan. kenapa?
saya baru saja nonton kingdom of heaven, walaupun telat ada yang ingin saya tanyakan, apa yang sebenarnya dimaksud kerajaan Tuhan dalam film ini? apa yang ada di pikiran seorang Ridley Scott? yang saya pikir ini adalah suatu istilah metaforik. dan jawabanya juga tidak seringan yang dipikirkan. kenapa?


yg bisa jawab kirimkan ke alamat dibawah ini..
hahahahahaha.. babiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii....................
anjiss gw teh bt.. tulisan gw ga bs dibuka.. geus nulis panjang2 ti kamari.. teu bisa dibuka deuih.. jadi ngacapruk ginian..
soryyy..

Tuesday, June 14, 2005

pagi ini logika kembali dibunuh oleh perasaan.
manusia ini tidak pernah berdiri dalam suatu lingkaran pelindung berwarna pelangi.

aku hanya ingin dibiarkan hidup..
biarkan aku hidup..
biarkan aku hidup..

masih bersalahkah aku?

dan dongeng si kacil sebelum tidur masih kudongengkan pada realitas..







nb:
dan taukah kau? kematian mengucapkan selamat datang padaku..
dan taukah kau? sejarah tetap mengejekku dengan ucapan kasar..
pathetic!

Wednesday, June 8, 2005

“..Our true "enemy" is the social forces and patterns..”
- alive in the land of the dead (days of war, nights of love) –

itu adalah salah satu kalimat yang saya garis bawahi saat baca buku days of love, nights of love. Buku yang membuat saya kembali ingin membaca buku Noam chomsky dan mendengarkan kembali album international (noise) conspiracy, lagu yang cocok yaitu yang capitalism stole my virginity. Bisa gila! hahaha!
Tapi sebenernya bukan tentang buku ini yang coba saya mau bahas dan juga bukan tentang berbagai paksaan dan patern sosial yang menjadi musuh sesunggunya manusia (ah, ini kan sama aja dengan pembahasan dengan aturan norma yang kadang terlalu mengikat dan ga beralasan), bukan juga tentang buku chomsky apalagi international noise conspiracy. Tapi entah tentang apa..

“..Alive in the land of the dead. They eat dead food with false teeth. Their buildings have false fronts, their radio and television stations broadcast dead air. They kill time as spectators of false images..”
- alive in the land of the dead (days of war, nights of love) –

"I LIVE ON THE EDGE OF THE UNIVERSE AND I DON"T NEED TO FEEL SECURE."- Raoul Vaneigem -
quotes bagus di buku revolution of everday life.


ah, waduk deng.. saya mah Cuma pengen ambil quotes2 bagus ajah dari buku itu, dan ga tau mau bahas apa..
kali ini adalah sebuah cerita ajah, hari ini saya lagi ada di luar kota, kota yang sekitar 2,5 jam perjalanan dari bandung. saya kesini bermaksud menenangkan diri sambil mengunjungi orang tua yang kebetulan tinggal disini sejak beberapa tahun lalu. saya kebeneran pernah tinggal 4 tahun disini dulu. dan dengan kebeneran tadi pagi sampai siang, saya benerin mobil yang kebeneran letaknya pas ada didepan sekolah SMP saya dulu, jadi kasuat suat banyak hal waktu SMP.saya inget dulu maen basket tiap senen dan kamis di salah satu lapangan depan sekolah mulai dari jam 4 sampai jam 6. dulu saya gini-gini masuk tim sekolah loh. hehe.jadi kangen lagi, pengen basket disitu. wuh! ga ada temen dan ga bawa sepokat basket. waktu SMP saya ada suatu kumpulan lah, anak2nya sekitar 20orang lah, kumpulan ini dari 2 SMP yang paling besar disini! damn! hehe. disini saya belajar banyak hal, mulai dari merokok sampai kebut2-an naek motor. hehe! anjis urdu pisannn! kebeneran saat itu saya sudah suka hiphop, saya ingat pernah bikin grup rap berdua bersama teman dan mencoba ngerap. saya masih ingat pisan lirik lagu yang kita bikin. "..anak2 bermain basket dan mematahkan ring/ mereka tetap memainkan bola tanpa badan yang kering.." hauhauhauha! anjisss butut pisan kan?! di pinggir lapangan basket, saya sama teman saya itu suka bawa kaset2 dari bone thug and harmony, tupac dan yang jelas krisskross! huahua! karena kami berdua adalah penggemar sejati krisskross! sambil maen basket dengerin lagu2 dari mereka nambah edan lah adrenalin. beberapa kawan sudah ada yang bawa mobil saat itu, mereka sengaja memodif (modif standart anak SMP) mobil mereka hingga mirip mobil2 gangster rap. wahh.. edan lah! saya ingat juga ada beberapa cewe yang coba kami dekati malahan menjauh, karena mereka anggap kami aneh. heuheuhaua! maklum lah, di kota ini masyarakatnya masih sangat tidak seperti bandung, jam 7 pun kota sudah sepi seperti jam 1 malam. tapi ada juga sih cewe2 yang deket, tapi ya gitu lah, yang gitu2 lah, jadi ajah masalah cinta waktu SMP tidak banyak berjalan baik, anjis.. urang teh bobogohan butut abis pas SMP. teu siga budak SMP ayeuna lah., heuheuhe..saat SMP saya termasuk orang yang rajin belajar dan rajin les, orang tua tidak ingin saya banyak bermain, saya les inggris, komputer, basket, pelajaran tambahan, ngaji dll. anjis loba nya? huehueh..
i miss all the people here.. shout out to rickvan di unjani, sigit crew PHB, soni di unla, asep di batujajar yang udah jadi atlet basket skrng, ricky di mana teuing, jawa yang udah kerja di bdg juga, berry yang nganggur dan jadi pemabuk, dan lain2... hampir semua udah di bdg, tapi ga pernah ketemu. heuhuehe.. miss ya all fellaz..

"sejarah bukan untuk dihapus, tapi disimpan" - the unknown books -

Sunday, June 5, 2005

David Chaney pernah ngomong kalo gaya hidup seseorang itu dipahami sebagai salah proyek refleksi dan penggunaan fasilitas konsumen secara kreatif.
jadi.. saya sekali lagi ga menyalahkan mereka kan? mereka mungkin kreatif seperti kata Chaney.
saya bersyukur, saya hanya menjadi seorang freak, berpakaian hitam2 kucel, pake sweeter hitam berkupluk dan celana jeans belel standart yang merosot, dan sambil terduduk membaca buku Terry Eagleton sambil menunggu teman saya ada perlu di tempat itu.
saya bersyukur dipilih yang maha kuasa menjadi seseorang kutu buku yang lebih suka menghabiskan waktu di toko buku atau perpustakaan daripada kaya mereka.

- sepotong pikiran saat ada di lap. basket saparua pada malam itu-
bagi suku inca di mexico, kematian adalah suatu faktor yang dinanti, dimana mereka dapat berserah diri pada dewa mereka.
bagi pasukan jihad di karbala, kematian adalah faktor yang dinanti juga, karena mereka dapat berserah diri sambil membela nama agama.
bagi Raja Karel Martel di perancis, kematian dalam membela negaranya adalah suatu hal yang luar biasa membanggakan, karena baginya membela bagian Palagan Poitiers hingga titik darah penghabisan adalah janji mati bagi dia.
bagi Hasan Akbar, mualaf yang juga seorang prajurit amerika, di vonis mati karena membunuh teman-temannya adalah suatu hal yang tidak disesali, karena 2 hari sebelum invasi ke irak, teman-temannya prajutinya sudah berencana akan membunuh sebanyak-banyaknya orang irak dan memperkosa wanita-wanita irak, sungguhlah sakit hatinya mendengar rencana teman-temannya yang akan memperkosa dan membunuh saudara-saudara muslim.nya di irak, meledaklah bom di kamp. tempat teman-temannya menginap, dia mati karena ideologi.
bagi seorang frued, kematian adalah sesuatu yang diinginkan, karena kecewa dengan peradaban dia meminta dokter menyuntikkan morfin berdosis lebih ke tubuhnya hingga dia mati.
bagi arthemis dan tiberius, dua orang pandai besi pada cerita spartakus di masa yunani kuno, kematian adalah ketakutan, karena mereka dapat bertemu Zeus dan Poseidon dan Hera dan dewa-dewi Olympia lainnya untuk mempertanggung jawabkan apa yang mereka berbuat pada cinta, air, api, angin, benci dan kehidupan, terlalu banyak dewa.
bagi sangkran (saya lupa nama panjangnya) seorang filsafat india, kematian adalah suatu hal yang yang sangat biasa, karena dia dapat bertemu dengan odin dan brahma juga shiwa dan bertanya mengapa jupiter tidak dijadikan seorang dewa. (hehe..)
bagi ayu utami seorang novelis di indonesia, kematian adalah dimana mungkin dia bisa bertanya pada tuhan tentang cerita yang God and The Seasons Drop at The Mall dan meneruskan lebih panjang lagi tentang cerita bagusnya itu yang pendek dan kurang sedikit sreg dibaca.
bagi saya, kiki esa perdana, seorang mahasiswa karbitan, seorang essais tanpa narasi, seorang utopis sejati, seorang pecinta masalah, seorang pecinta rasa sakit, seorang psikopat dan seorang freak, kematian adalah sesuatu dimana kita tidak lagi exist, nyata dan tidak memiliki kesadaran ruang dan waktu, dimana Tidak ada yg namanya jiwa, dimana saat jiwa dan raga kita mati, dan dimana alam baka akan terlihat seperti apa. apa arti kematian bagi kalian.....

kali ini kata mempermainkanku seperti waktu mempermainkanku.. (lagi)

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, seperti kumpulan tulisan Pram.
aku adalah narator tanpa bantuan kata,tapi memperoleh alur, mendapatkan bentuk.
aku takut hidup, terkadang memilih mati.aku percaya sejarah tidak selalu berakhir dengan kemerdekaan,karena aku bukan seorang Hegelian seperti Marx muda.
kujalani hidup yang tidak berakhir dengan kemerdekaan.
penyair adalah mereka yang tinggal di atas angin,
sementara itu..
dimanakah tuhan? diatas penyair? atau dibawah penyair? Where was God? ujar artikel William Safire di New York Times yang nampaknya tak pernah terjawab.


kusadur dari marquis de sade (familiar with this name? hehe)..
"..aku tidak akan menangisi masa lalu, aku hidup untuk masa depan, walau itu kematian.."-Marquis De Sade-