Monday, December 26, 2005

permainan yang paling aku sukai..

welcome to nuwanda's fuckin' word play.. "i wish u were here.." itu puisinya!puisi dalam kalimat pendek yang terucap dari seseorang yang jelas menimbulkan makna besar. apalah artinya tangis dan rapuh saat itu, karena rasa sudah tak lagi menjadi kawan, dan dunia mungkin sudah terasa semakin menjauh. namun setidaknya suatu kejujuran hadir, suatu bentuk kebebasan dimana harap tak lagi menjadi bencana terbesar. dan nampaknya anti-tesis Albert camus juga nampak, dimana harap bukanlah lagi suatu marathon tanpa garis finish yang jelas atau bukanlah lagi suatu titik yang apabila dihampiri akan semakin menjauh. that gurl hit u right on the eyes Albert! sekarang harapan telah datang dan menjadi kenyataan saat langkah maya-mu kau jadikan nyata. selamat jalan..
kekuatan kata itu tajam, makannya comandante Marcos dari EZLN (Zapatista Army of National Liberation) di buku "bayang tak berwajah" ngomong word is swords! anjing ieu buku tebel banget! bisa keur ngaganjel treuk! "a poem should be wordless/ like the flight of birds" statement dari Archibald Macleish.dan kau bisa mengartikan metafora itu sebagai apa, wordless.. tidak dari sekedar tulisan, tulisan hanya media! tapi keluar dari hati! pada tahun 1987 seorang Sardini Malik bikin puisi, yang saya kutip "tak ada lagi terang di semua padang, cuma malam di segala kenang. habis, habis raguku untuk menunggu" rindu.. hehaha! itu judul puisinya! dan itu untukmu! habis ragumu untuk menunggu!
pernahkah kau mendengar Ulysses dalam mitologi Yunani, dimana Ia bersedia diikat erat di tiang agung ketika kapalnya melintasi sebuah pulau tempat dewi laut bernyanyi. Ia tak ingin tergoda oleh rayuan para dewi itu, yang telah menyebabkan banyak pelaut lari meninggalkan kapal, terjun mengejar ke sumber lagu dan kemudian punah. Ulysses mengikatkan diri di tiang agung, dan bahtera pun selamat. pernah ga? belum yah? nah jika seandainya kau adalah ulysses dan dia adalah dewi laut di cerita ini, maka tali apapun yang mengikatmu akan selalu lepas! kau akan mengejarnya! dan membiarkan dirimu punah.. dalam keindahan!!!
ucapkan selamat tinggal pada dunia.. katakan kalian telah menempuh hidup baru di luar dunia..
terdedikasi saat harapku seperti pasir, yang semakin kugenggam akan lepas lewat sela2 jariku, dan saat kubiarkan terbuka akan terbang dibawa angin.. terdedikasi untuk setiap kenikmatan bercinta.. which i believe.. God sees but wait..
Re: kesadaran beragama di kalangan remaja

Membaca tulisan pada minggu lalu yang berjudul kesadaran beragama di kalangan remaja cukup membuka-kan telinga akan isi tulisan yang disampaikan, namun ada sesuatu ganjalan dalam tulisan tersebut yang mendorong saya untuk menulis dan mencoba sedikit koreksi walaupun saya bukanlah ahlinya dalam permasalahan yang penulis tersebut berikan.
Keterpurukan dalam banyak aspek yang utamanya keterpurukan aspek moral merupakan suatu masalah serius dalam kehidupan umat manusia, remaja khususnya, terutama dalam hal ini remaja dihadirkan sebagai generasi penerus bangsa. Namun dalam penyelesaian dan meminimalisir masalah ini, beberapa jalan yang ditawarkan penulis sebelumnya sedikit kurang saya setujui dan saya pikir sedikit kurang relevan. Pertama, ajaran agama bukanlah satu-satunya jalan keluar, beberapa factor psikologis dari remaja tersebut perlu dipertimbangkan, nasihat yang diberikan secara terus menerus pada seorang remaja hanya akan membawa remaja tersebut ke dalam pemikiran akan kemuakan dan menimbulkan lepas control yang akan menimbulkan pemikiran anarki. Hal ini diKarenakan fase remaja menurut seorang psikolog bernama Sigmund frued merupakan factor dimana membawa remaja kembali pada kondisi infantilnya yang menginginkan proteksi, dalam hal ini proteksi keluarga. Jadi factor keluarga tidak kalah pentingnya dengan ajaran agama. Kedua, walaupun penulis sebelumnya memberikan penerangan bahwa budaya barat itu tidak selalu buruk, tetapi jalan yang diberikan penulis yaitu dengan menciptakan bebas budaya barat sangatlah tidak mungkin, Indonesia sudah menjadi consumer terbesar dari pencaplokan budaya barat, 90% lingkungan di Indonesia tidak ada yang bebas dari budaya barat sedikitpun, 10% sisanya itu adalah suku-suku pedalaman yang memang berbudaya anti-kemapanan, pesantren-pesantren ataupun sekolah-sekolah ber-asrama agama lainpun tidak mungkin luput dari hal ini. saya berani jamin, bahkan di tempat-tempat seperti yang telah saya sebutkan barusanpun murid-muridnya pasti mengenal apa dan siapa sponge bob, AFI, Indonesia idol, dll. Dan dalam hal ini saya tidak mempropagandakan kemasyuran budaya barat, karena saya sendiri seorang pembenci budaya tersebut, namun apabila anda mencoba menghadirkan hal tersebut berarti anda bermimpi terlalu tinggi. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan dekonstruksi pemikiran dari pihak yang memegang peranan penting dalam perkembangan remaja yaitu keluarga lagi, mereka dapat memberikan pemecahan lebih lanjut dari hal itu, dengan mereduksi budaya barat yang bersifat negative dan membawa remaja tersebut pada ketergantungan.saya percaya pada perkataan salah seorang budayawan yang menjadi mualaf, yaitu Roger garaudy, dimana dia berkata bahwa islam tidak menolah ajaran barat dan ajaran didalamnya, tetapi sebaliknya, mempersatukan dan menempatkannya di jalan Allah. Dan ketiga, dengan membangun kesadaran agama tidaklah hanya diperlukan ajaran-ajaran yang hadir dengan mutlak, namun ajaran tersebut juga haruslah "dikerjasamakan" dengan sejalannya waktu.
Saya hadirkan tulisan ini semata-mata juga sama dengan penulis sebelumnya yaitu karena kekhawatiran akan kehidupan remaja yang tampak didepan mata, dan saya mencoba menggambarkan cara lain yang tidak hanya tertuju pada agama namun juga menuju suatu pemikiran yang merupakan pelebaran dari pemikiran murni dan fundamental. Karena masa remaja merupakan masalah rentan masalah, namun apabila diberikan pemecahan yang cocok, maka akan berhasil dan lepas dari banyak masalah.
*kiki esa perdana S.ip.
pimpinan redaksi BB news Bandung
---
tak pernah ditulis oleh galamedia.