Monday, June 19, 2006

tebak aku sayang..

tebak aku sayang..
aku mencoba bermeditasi, menenangkan pikiran, walaupun terkadang berhasil dan tidak, dalam fase tersebut aku mencoba berpikir bahwa aku ada di dalam gua, gua gelap dimana aku sedang berjalan terus tanpa henti menemukan ujungnya, suasana gua tersebut sunyi namun tidak gelap. Jarang sekali dalam fase ini aku menemukan ujung gua, yang kutemukan ditengah jalan hanyalah gangguan, mulai dari beruang besar atau fantasi dari wajah gadis merangsang yang telanjang.kau jauh lebih tinggi daripada aku. katakan iya, dan katakan itu sekarang. Saat ini aku berhayal jika aku sedang dililit oleh jaket pengaman, yang biasa digunakan oleh orang sakit mental saat sedang ngamuk di rumah sakit jiwa. Aku disekap di ruangan besar berwarna putih, aku hanya terdiam, padanganku kosong. Aku dibiarkan semalaman disana, aku menerimanya tanpa amukan. aku rela. kau tau, aku membenci kehidupanmu! coba analisa dalam otakku, didalamnya bertuliskan "kenapa?" dan tidak pernah terjawab. Saat ini aku juga berhayal jika aku adalah seorang alcoholic, yang berada di rehabilitasi ketergantungan alcohol. Aku berada di ruang tengah, bersama pecandu lainnya, aku merokok sebatang rokok kretek, menonton film sinetron klise yang biasa dihadirkan di tv.pernahkah kau berpikir jika manusia hanya dapat hidup karena belas kasihan dari Tuhan? sadarlah! saat ini aku berhayal aku seorang rockstar, yang menegak alkohol sesaat sebelum menyentuh panggung, uangku banyak, kuhabiskan untuk foya foya, tak perlu kuingat dosa, karena suatu saat sebelum mati aku akan tobat dulu. dunia itu palsu! kau takkan pernah bisa keluar dari sini hidup-hidup. percuma kau menjadi malaikat! saat ini aku berhayal menjadi seorang pejuang pembebasan yang salah posisi dan waktu, aku menjadi pejuang di tanah mimpi, ladang semua orang utopis. apa aku sudah gila? hancurkan tirani cinta! aku kadang bermimpi, ingin berada di suatu tempat asing, dimana lokasi dan orang-orang nya tidak aku kenal sama sekali, dan entah kenapa cuaca tempat itu jarang terasa dingin, malahan membuatku gerah. aku terlalu aneh untukmu.. lepaskan aku..

more than fuckin love ... (coz its dead already..)

"harus lebih dari cinta yang dibutuhin untuk menjalin hubungan serius"
- a friend -

Film memberikan banyak hal yang sangat indah tentang cinta, mereka seperti berkata bahwa bila kita benar-benar percaya pada kesejatian cinta dan berusaha dengan keras dan tulus, cinta akan datang dengan sendirinya dan begitu pula dengan orang yang kita cintai. Tapi seperti yang kita semua tau, film hanyalah bentuk hiperbolik dari suatu cerita, baik itu bersifat kebenaran ataupun fiksi. Tetaplah bentuk hiperbolik, jadi, pertanyaan, apa benar cinta seperti itu? Entahlah, hingga detik ini saya tidak mempercayai keagungannya. Dan sadarilah, Kita hidup di zaman yang praktis. Zaman ketika Romeo dan Juliet mengambil resiko akan kemarahan orang tua mereka demi cinta, sudah tidak ada lagi. Lalu bagaimana dengan pacar, iya saya punya pacar. Bagi saya, keindahan yang dimiliki saat pacaran bukanlah cinta, hal itu hanyalah suatu bentuk perasaan yang timbul karena ketertarikan pada lawan jenis dan perasaan karena sering menghabiskan waktu bersama saja, entah apa namanya dari definisi tersebut. Dan jika kalian kemudian berkata bahwa itu adalah hal tersebut itu adalah cinta, bagi saya itu bukan. Cinta memang akan tumbuh dari hal seperti itu, namun seperti halnya kecebong yang akan membentuk kodok, kecebong dapat menjadi katak ataupun mati ditengah jalan. Cinta sebenarnya adalah hal yang benar-benar asing bagi kebanyakan orang, tidak dimengerti dan tertutup kabut, serta sama sekali tidak memiliki akar; atau tertiup angin dan mati. Dan bagaimana dengan pernikahan? Pernikahan bagi saya belumlah mencapai cinta, seperti halnya kecebong tadi, pernikahan adalah bentuk kecebong yang sudah sekitar 60% lagi menuju katak. Perkawinan adalah sebagaimana juga perjanjian patrilinear kapitalisme. Merampok seseorang dari hak hidupnya, menyengatnya, meracunnya, tidak memperdulikannya, membuatnya miskin dan bergantung untuk kemudian menawarkan kebaikan hati yang membuat seorang manusia merasa tidak memiliki harga diri. Jadi sekali lagi, ini bukanlah pencapaian cinta. Jadi cinta adalah saat dimana kedua pasangan rela bersama hingga keduanya mengambil nafas terakhir dari hidup mereka, saat seseorang rela mati untuk pasangannya, atau saat sebuah pasangan rela dan bersedia dan ikhlas menghabiskan waktu bersama hingga mati apapun resikonya takkan lepas dan meninggalkan pasangannya. Jadi, hidup adalah bentuk dan proses pencarian tanpa akhir, dimana pada saat terakhir hidup kita saja lah kita dapat menemukan dan menyadari apa yang sebenarnya kita cari. Jangan biarkan hidup kalian tertutup dalam nuansa hidup yang dikategorikan oleh orang lain, buatlah definisi hidup sesuai dengan apa yang kalian inginkan, karena kebebasan berfikir dan bertindak adalah segalanya, dan cinta bukanlah segalanya.

Monday, June 12, 2006


“..The most violent element in society is ignorance..” – Emma Goldman

hadiah..

bagi beberapa orang yang namanya hadiah memang penting dan sangat dinanti, bagi sebagian lainnya hal ini tidak penting dan tidak begitu diminati (tapi ya nuhun2 kalo dikasih). bagi banyak orang jepang hal ini sangat penting, bagi mereka dalam setahun hampir 3 hadiah mereka terima atau berikan pada atau dari orang lain. berbagai jenis perayaan mulai dari kenaikan pangkat, kelahiran, ulang tahun, pernikahan dan bahkan apabila anak medapatkan rangking bagus pun pastilah diberikan hadiah. namun satu hal yang mereka tidak suka, yaitu pemberian hadiah di muka umum, mereka tidak suka apabila hadiah ini menjadi konsumsi publik, mereka lebih menyukai sistem kekerabatan dalam memberi hadiah. sedangkan bagi saya sendiri, seperti kata John Locke dalam A Letter Concerning Toleration taun 1689. Surat yang sangat terkenal ini menyerukan pentingnya toleransi dalam kerangka sipil. dan salah satu caranya yaitu menyangkut hadiah. loh kok? biarin lah, pokoknya yang udah saya baca disini, locke itu bilang kalo toleransi dalam hal sosial itu sangat penting, salah satunya pemberian hadiah yang merupakan suatu bentuk toleransi sederhana yang dapat dilakukan oleh sapa saja. pembahasan toleransi bukan hanya terbatas pada menghormati dan menghargai, tapi juga mencakup lebih dalam, yaitu bagaimana caranya melakukan toleransi, dan menurut saya, pemberian hadiah merupakan salah satu cara toleransi yang sangat menarik. (hiperbolik kan?!) saya sebenarnya bukan seseorang yang tidak terlalu menganggap penting masalah hadiah, tapi apabila diberi hadiah mungkin saya akan lebih merasa dihargai dan lebih merasa ada. tidak susah kan apabila kalian para cewe ngasih hadiah ke cowonya? (loh?!) hehe maaf. jadi yang saya coba maksudkan yaitu, orang-orang dapat mencoba menghargai atau menghormati orang lain dengan memberi hadiah. saya sangat suka tradisi orang jepang dalam masalah pemberian hadiah ini, cara mereka menghormati orang lain yang mereka kenal sangatlah baik, alangkah baiknya kita melakukan hal yang sama. Thomas Jefferson (1743-1826), dalam mendeklarasikan kemerdekaan Amerika dengan tiga kata kunci: “life, liberty, and the pursuit of happiness.” persuit of happiness bisalah juga dalam hal pemberian hadiah. ya kan? tapi ah, manusia berbeda beda, saya inget tulisan Prof. Islam dari Harvard University, Ali S. Asani. Saat berumur 9 atau 10 tahun, dia dihadapkan pada pertanyaan krusial: Mengapa Allah tidak menciptakan semua manusia sama, tetapi justru demikian beragam? Sambil mengutip Alqur’an (49:13), ayahnya yang Muslim saleh memberi kearifan padanya: agar kita saling mengenal satu sama lain dan bersikap toleran terhadap perbedaan dan pluralisme. Beginilah mestinya sebaik-baiknya iman. Wallahu a’lam bi al-Shawab.. budaya kita memang beda.. hmmmm... hadiahhhh!!!!
btw, kenapa ya saya seperti harot bin nafsu gini nulis masalah hadiah? bae lah ga nyambung oge.

Thursday, June 8, 2006


jovee, ghettrude, dj may, vandal's girlfriend, flotech, me, vandal, ruly.
ga penting..

web ini bakal berfungsi lagi mulai minggu depan..