sedikit bicara
komplek itu nampak sepi sore itu,
ini pertama kali aku mengunjunginya lagi setelah beberapa lama,
aku teringat, di tempat yang sama,
di ujung jalan dekat lapangan basket itu aku duduk,
menunggunya datang,
hanya untuk sedikit bicara,
tapi aku bahagia setengah mati.
itu delapan tahun lalu,
saat itu aku masih putih abu,
tubuhnya selalu wangi,
matanya sipit, senyumnya sangat manis,
aku menyukai cara dia berpakaian,
sepatu hitam, kaos kaki pendek,
kulitnya kuning langsat,
dia adik kelasku.
aku menunggunya pulang sekolah,
duduk di warung, menunggunya keluar sekolah,
mengantarnya hingga tempat dia naik angkot,
bercanda tawa, masih dengan sedikit bicara,
karena malu, itu masalahku.
namun semua berubah beberapa bulan kemudian,
dengannya semua tampak indah,
rasa pedulinya,
setiap dering telepon rumah kunantikan,
berharap itu dia,
ternyata benar,
mengobrol hingga larut malam,
hampir setiap hari, hingga sekarang aku masih ingat no teleponnya,
dan ucapan selamat tidur mesra hampir selalu terucap.
namun, saat itu tak ada ikrar,
beberapa lama kemudian kuminta ikrar,
dia menolak,
aku tertunduk lesu, dia tak banyak bicara,
aku terlalu sangat baik, itu menurutnya.
seribu tanda tanya,
mengapa dia lakukan ini,
dan kenapa semua harus terjadi,
kenapa sudah jauh seperti ini dia tolak perasaanku,
dia masih terdiam seribu bahasa.
kemudian aku kadang berdiri di ujung jalan dekat lapangan basket,
masih menunggunya datang,
namun kali ini, hanya untuk sekedar melihatnya, menyapaku dan berjalan meninggalkanku,
masih dengan sedikit bicara.
kemudian kulupakan semua kenangan ini,
pulang, pergi dari komplek itu,
dengan sejuta kenangan, yang masih menemaniku pulang,
sedikit bicara mungkin lebih baik, ujarku dalam hati..
its about the love we share, the dreams we refuse to surrender, and the secrets we hold..
Saturday, September 29, 2007
Monday, September 24, 2007
love and sartre
"menurut sartre dia adalah seribu sokrates"
siapa yang menduga, seorang filsuf besar, jean paul sartre, dibalik kesinisan dan kebencian atas diri sendiri yang ditunjukkannya, sudah bisa dipastikan bahwa dia memiliki kelembutan luar biasa yang berhasil dia kelola dengan baik hingga dia tak mau menyadari atau mengakuinya.ini terlihat dari apa yang terjadi antara dia dan simone de beauvoir.
kerajinjingannya atas seks dengan segera menjadi nomor dua dibandingkan dengan kerajingannya atas bir. namun demikian, sebenarnya semua itu tidak bisa menandingi kegilaannya atas buku buku, gagasan gagasan, dan pengetahuan. sartre membaca segalanya.
sartre menganggap simone sebagai seorang yang manis, cantik, berpakaian keren.. menurut sartre pada beberapa bukunya, bahwa pertemuan dengan simone adalah cinta pada pandangan pertama. mereka berdua akhirnya menjalin kisah asmara.
yang pasti, tak perlu diragukan lagi bahwa mereka telah memasuki suatu jenis hubungan yang berbau permanen (suatu hubungan yang terntunya berbau borjuis). sebetulnya keinginan mereka untuk menganggap diri mereka sebagai pasangan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dari sudut pandang filosofis. rumah tangga borjuis, hidup bersama sebagai seorang suami istri, pacaran, serta perasaan perasaan yang konvensional, semua itu adalah unsur berbahaya yang sama sekali harus dihindari, bagaimanapun caranya, tidak mungkin!
akhirnya mereka sepakat untuk membuat hubungan mereka menjadi hubungan yang "terbuka". tidak ada ikatan. tidak ada komitmen. lalu beberapa waktu kemudian, dengan cara yang intelektual mereka memutuskan untuk menetapkan hubungan mereka. sartre tidak mau meninggalkan prinsipnya tentang kebebasan pribadi, sehingga semua gagasan mengenai kebenaran borjuis pun harus disingkirkan. di pihak lain, ia juga sadar bahwa hubungan mereka itu adalah hubungan yang sangat istimewa. mereka akan tetap mempertahankan hubungan mereka yang sangat akrab, tetapi hubungan tersebut tidak akan menjadi membosankan hingga berkembang menjadi suatu kebebasan, seperti halnya yang terdapat dalam hubungan borjuis. ia berharap bahwa hubungannya dengan de beauvoir menjadi hubungan yang terbuka dan jujur.
tak ayal apa yang mereka lakukan ini pada akhirnya menjadi inspirasi besar bagi banyak intelektual di segenap pelosok dunia. termasuk saya, walaupun saya bukan intelektual. membina suatu hubungan yang jujur dan terbuka, suatu hubungan yang memungkinkan masing masing individu tetap bebas dan independen. jika memang harus dilakukan dengan rasional, begitulah seharusnya caranya. bagaimana dengan anda?
*keterangan tentang sartre diambil dari beberapa sumber data berupa buku/website yang penulis simpan.
siapa yang menduga, seorang filsuf besar, jean paul sartre, dibalik kesinisan dan kebencian atas diri sendiri yang ditunjukkannya, sudah bisa dipastikan bahwa dia memiliki kelembutan luar biasa yang berhasil dia kelola dengan baik hingga dia tak mau menyadari atau mengakuinya.ini terlihat dari apa yang terjadi antara dia dan simone de beauvoir.
kerajinjingannya atas seks dengan segera menjadi nomor dua dibandingkan dengan kerajingannya atas bir. namun demikian, sebenarnya semua itu tidak bisa menandingi kegilaannya atas buku buku, gagasan gagasan, dan pengetahuan. sartre membaca segalanya.
sartre menganggap simone sebagai seorang yang manis, cantik, berpakaian keren.. menurut sartre pada beberapa bukunya, bahwa pertemuan dengan simone adalah cinta pada pandangan pertama. mereka berdua akhirnya menjalin kisah asmara.
yang pasti, tak perlu diragukan lagi bahwa mereka telah memasuki suatu jenis hubungan yang berbau permanen (suatu hubungan yang terntunya berbau borjuis). sebetulnya keinginan mereka untuk menganggap diri mereka sebagai pasangan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dari sudut pandang filosofis. rumah tangga borjuis, hidup bersama sebagai seorang suami istri, pacaran, serta perasaan perasaan yang konvensional, semua itu adalah unsur berbahaya yang sama sekali harus dihindari, bagaimanapun caranya, tidak mungkin!
akhirnya mereka sepakat untuk membuat hubungan mereka menjadi hubungan yang "terbuka". tidak ada ikatan. tidak ada komitmen. lalu beberapa waktu kemudian, dengan cara yang intelektual mereka memutuskan untuk menetapkan hubungan mereka. sartre tidak mau meninggalkan prinsipnya tentang kebebasan pribadi, sehingga semua gagasan mengenai kebenaran borjuis pun harus disingkirkan. di pihak lain, ia juga sadar bahwa hubungan mereka itu adalah hubungan yang sangat istimewa. mereka akan tetap mempertahankan hubungan mereka yang sangat akrab, tetapi hubungan tersebut tidak akan menjadi membosankan hingga berkembang menjadi suatu kebebasan, seperti halnya yang terdapat dalam hubungan borjuis. ia berharap bahwa hubungannya dengan de beauvoir menjadi hubungan yang terbuka dan jujur.
tak ayal apa yang mereka lakukan ini pada akhirnya menjadi inspirasi besar bagi banyak intelektual di segenap pelosok dunia. termasuk saya, walaupun saya bukan intelektual. membina suatu hubungan yang jujur dan terbuka, suatu hubungan yang memungkinkan masing masing individu tetap bebas dan independen. jika memang harus dilakukan dengan rasional, begitulah seharusnya caranya. bagaimana dengan anda?
*keterangan tentang sartre diambil dari beberapa sumber data berupa buku/website yang penulis simpan.
Monday, September 10, 2007
homicide..
pertama kali gw denger lagu mereka sekitar 8 tahun lalu di sebuah kompilasi yang dikeluarkan harder records, brain baverage (salah satu kompilasi yg menurut gw masih menjadi kompilasi musik underground paling bagus di indonesia). lagu nya judulnya state of hate. saat itu personel homicide masih 3 orang. hingga saat saat terakhir ini berkurang menjadi 1 orang. last man standing, itu yang pernah gw denger dari morgue vanguard atau ucok menyebut dirinya di homicide, yg juga pernah jadi moderator di web ini.
pertama gw denger lagu ini, langsung gw sangat2 tertarik, karena akhirnya gw menemukan grup rap lokal yang sangat2 cocok dengan selera gw. dan ketertarikan gw berlanjut hingga album terakhir mereka, malahan bisa dibilang gw adalah salah satu biggest fans mereka lah. hehe..
kegiatan mereka yg gw liat ga cuma kebatas di dalam scene hiphop atau cuma pada aktivitas permusikan, tapi mereka juga luas di luar aktivitas scene dan di luar scene hiphop, berbagai pergerakan dan lain sebagainya. now, grup ini udah bubar.. tinggal mp3 dan kaset juga cd2 mereka yg gw punya.. udah gakan liat mereka perform lagi..
gw ambil tulisan ucok dari blog myspace homicide :
"HOMICIDE IS OVER
After 13 years of existence, we decided to put this project to an end for good.
Once and for all! There will be no more activities, neither musical project nor affinity in alliance under the name 'Homicide'.
We gratefully thank those who gave us help and support for all these years.
Those who made it possible. Those who contributed their precious time and even their lives and passions to the project.
Those who endlessly showed us the utmost sincere friendship.
Those who fought along the way of the illest struggle and shared unbelievable days and fearless nights.
The remaining of us will continue this bigger project called 'life' to the next level.
See u out there".
THANK YOU HOMICIDE.. REST IN PEACE..
pertama gw denger lagu ini, langsung gw sangat2 tertarik, karena akhirnya gw menemukan grup rap lokal yang sangat2 cocok dengan selera gw. dan ketertarikan gw berlanjut hingga album terakhir mereka, malahan bisa dibilang gw adalah salah satu biggest fans mereka lah. hehe..
kegiatan mereka yg gw liat ga cuma kebatas di dalam scene hiphop atau cuma pada aktivitas permusikan, tapi mereka juga luas di luar aktivitas scene dan di luar scene hiphop, berbagai pergerakan dan lain sebagainya. now, grup ini udah bubar.. tinggal mp3 dan kaset juga cd2 mereka yg gw punya.. udah gakan liat mereka perform lagi..
gw ambil tulisan ucok dari blog myspace homicide :
"HOMICIDE IS OVER
After 13 years of existence, we decided to put this project to an end for good.
Once and for all! There will be no more activities, neither musical project nor affinity in alliance under the name 'Homicide'.
We gratefully thank those who gave us help and support for all these years.
Those who made it possible. Those who contributed their precious time and even their lives and passions to the project.
Those who endlessly showed us the utmost sincere friendship.
Those who fought along the way of the illest struggle and shared unbelievable days and fearless nights.
The remaining of us will continue this bigger project called 'life' to the next level.
See u out there".
THANK YOU HOMICIDE.. REST IN PEACE..
Monday, September 3, 2007
without love
******************************************************
**********************************************************
************************************************************
************************ tulisan di tutup atas permintaan saya*****
************************* karena ga penting *********************
**********************************************************
************************************************************
************************ tulisan di tutup atas permintaan saya*****
************************* karena ga penting *********************
quotes dr blog perang dan cinta nya Pam
gw ambil tulisan dari webnya pam..
"Kisah lama yang selalu berulang hingga mirip mimpi buruk abadi. Bahkan dalam organisasi-organisasi yang mengaku revolusionerpun, jenjang kemakmuran selalu berbeda antara pemimpin dan mereka yang dipimpin. Para pemimpin, selain berpengetahuan lebih, mereka selalu mendapatkan kenyamanan lebih—ironisnya, mereka selalu giat memprotes saat para pemimpin negara mendapatkan kenyamanan berlebih."
"Kisah lama yang selalu berulang hingga mirip mimpi buruk abadi. Bahkan dalam organisasi-organisasi yang mengaku revolusionerpun, jenjang kemakmuran selalu berbeda antara pemimpin dan mereka yang dipimpin. Para pemimpin, selain berpengetahuan lebih, mereka selalu mendapatkan kenyamanan lebih—ironisnya, mereka selalu giat memprotes saat para pemimpin negara mendapatkan kenyamanan berlebih."
bukowski
dalam salah puisi yg berjudul "AS CRAZY AS I EVER WAS", Charles Bukowski pernah bilang "I'm as crazy as I ever was, they don't understand, that I haven't stopped hanging out of 4th floor, windows by my heels- I still do right nowsitting here".. itu yg dirasakan seorang bukowski saat dia merasa dirinya gila, karena melakukan hal yg berbeda dengan orang lain, menulis puisi dan mabuk pada pukul 3:24 subuh.
tapi apa benar dia merasakan gila saat melakukan itu? saya rasa tidak, itu yg orang lain pikir padanya, karena pandangan orang lain yg menganggap dia gila, maka dia menganggap dirinya gila. mengerti? hingga muncul pertanyaan, apa batasan normal bagi setiap orang? seperti apa saja hal yg tidak normal itu? tidak normal bukan berarti gila kan?
mungkin dalam hal ini, jawaban akan pertanyaan itu adalah, sesuatu dianggap normal apabila dianggap melakukan hal hal yg sama dengan orang lain? dan dianggap tidak normal apabila melakukan hal hal yg berbeda seperti apa yg bukowski lakukan.
siapa yg membuat batasan ini? kebiasaan masyarakat yg monoton kah? kebiasaan masa lalu yg diturunkan sekarang? iya, "normal" ini sudah menjadi adat dan kebiasaan turun menurun. bisakah kita merubah apa yg "normal" itu? bisakah kita membuat menulis puisi dan mabuk pada pukul 3:24 subuh menjadi normal? bisa, rubah cara hidup! berhenti mengkotomikan mana normal dan mana tidak (dalam lingkup perilaku). biarkan orang bebas melakukan apa saja tanpa harus ada ucapan, atau bahkan cibiran bahwa dia tidak normal..
mungkin dibalik itu semua, bukowski melakukannya karena dia memiliki suatu mimpi, karena memang hanya mimpi yg membuat semuanya hidup, seperti yg dia bilang pada salah satu baris puisinya, "yes, it's a dream that keepds you going then and now..". menjadi berbeda adalah hasratnya..
=======
nuwanda pernah bilang "..dan biarkan aku berkelana dalam jalan sepi yang tak bernama, makan ice cream cone dan membaca tulisan ulyanov, melakukan dosa dan membaca hadist, menghancurkan kemonotonan dunia kerja dan mengkampanyekan etos dan kemapanan. ini yang bisa kulakukan.."tell me about being wierd/freak..
seperti biasa, tulisan saya selalu menghiperbola, selamat menikmati duniaku..
mp3 plays : radiohead "fake plastic tree" radiohead "dollars and cents" the cure "pictures of you"
tapi apa benar dia merasakan gila saat melakukan itu? saya rasa tidak, itu yg orang lain pikir padanya, karena pandangan orang lain yg menganggap dia gila, maka dia menganggap dirinya gila. mengerti? hingga muncul pertanyaan, apa batasan normal bagi setiap orang? seperti apa saja hal yg tidak normal itu? tidak normal bukan berarti gila kan?
mungkin dalam hal ini, jawaban akan pertanyaan itu adalah, sesuatu dianggap normal apabila dianggap melakukan hal hal yg sama dengan orang lain? dan dianggap tidak normal apabila melakukan hal hal yg berbeda seperti apa yg bukowski lakukan.
siapa yg membuat batasan ini? kebiasaan masyarakat yg monoton kah? kebiasaan masa lalu yg diturunkan sekarang? iya, "normal" ini sudah menjadi adat dan kebiasaan turun menurun. bisakah kita merubah apa yg "normal" itu? bisakah kita membuat menulis puisi dan mabuk pada pukul 3:24 subuh menjadi normal? bisa, rubah cara hidup! berhenti mengkotomikan mana normal dan mana tidak (dalam lingkup perilaku). biarkan orang bebas melakukan apa saja tanpa harus ada ucapan, atau bahkan cibiran bahwa dia tidak normal..
mungkin dibalik itu semua, bukowski melakukannya karena dia memiliki suatu mimpi, karena memang hanya mimpi yg membuat semuanya hidup, seperti yg dia bilang pada salah satu baris puisinya, "yes, it's a dream that keepds you going then and now..". menjadi berbeda adalah hasratnya..
=======
nuwanda pernah bilang "..dan biarkan aku berkelana dalam jalan sepi yang tak bernama, makan ice cream cone dan membaca tulisan ulyanov, melakukan dosa dan membaca hadist, menghancurkan kemonotonan dunia kerja dan mengkampanyekan etos dan kemapanan. ini yang bisa kulakukan.."tell me about being wierd/freak..
seperti biasa, tulisan saya selalu menghiperbola, selamat menikmati duniaku..
mp3 plays : radiohead "fake plastic tree" radiohead "dollars and cents" the cure "pictures of you"
Subscribe to:
Posts (Atom)