Monday, December 31, 2007

selamat ulang tahun


nampaknya tidak ada yang special seperti tahun tahun sebelumnya.
tidak akan ada resolusi untuk tahun yang baru ini.
selamat ulang tahun untukku, semoga tahun ini pilihan semakin berkurang dan keberhasilan adalah kebebasan.

Tuesday, December 25, 2007

untukmu lagi.. seperti yang kau mau..


"kau seperti kanker yang kuinginkan"

itu ucapnya pada marla


lagu dari chante moore yang sedang kudengar ini sangat mendukung, humming bermelodi dengan balutan progressif jazz, cocok sambil mengingatmu..

tapi tak bisa kupungkiri, kita terhalang "kecanggungan", berdiri kokoh seperti tembok di jalur gaza, tapi tipis seperti selaput dara.

kuragukan batasan ini terputus, walaupun akhirnya bersamamu akan seperti kebebasan di tanah pembebasan.

entah sebenarnya apa yang terjadi, aku tak bisa membebaskan diriku, begitu juga dirimu. terkungkung dalam labirin surga.

maka dengan itu, melangkahlah seperti konsepsi being atau Ada pada Heidegger, dimana ada adalah eksistensi kongkret, karena “ada” sebagai sesuatu yang ada di belakang, atau di atas segala sesuatu. Ada adalah ada yang hadir, sekaligus tersembunyi, dan menampakkan diri. untuk diriku..

maaf jika aku membawamu dalam lingkup rumit, karena sama halnya dengan kita, rumit, tapi mudah untuk dipahami, bukan untuk dimengerti, sama seperti halnya filsafat..

wajarkah jika kau kuinginkan seperti saat ini?



-

Sunday, December 9, 2007

aku berontak maka aku ada



kebebasan bagi albert camus bukanlah suatu hadiah cuma cuma, melainkan sesuatu yang harus diperjuangkan. Begitu juga dengan daerah atau ranah pribadi seseorang, dalam daerah saya bisa sebutkan pakistan, pakistan hadir dari suatu perjuangan akan hasrat kebebasan, kebebasan dimana semua adalah suci dan buruk tidak boleh masuk, dan hitam juga putih harus jelas jelas dipisahkan. ini terjadi karena mereka menjunjung tinggi nilai nilai Tuhan. sedang dalam ranah pribadi seseorang, saya memperjuangkan akan kebebasan yang saya miliki, kebebasan yang menurut pancasila adalah suatu bentuk kebebasan yang harus diikutsertai dengan tanggung jawab. dalam hidup saya, kebebaasan tidaklah perlu diperjuangkan, saya sudah merasakan kebebasan, dan juga tanggung jawab yang sedemikian rupa absurd objeknya.
namun artian ini dalam lingkup pribadi menjadi lebih rumit, kebebasan terkadang menjadi boomerang, walau dalam bukunya albert camus tidak lupa juga mengingatkan bahwa terkadang kebebasan adalah cambuk, kita tidak pernah tau kemana kebebasan itu berujung, dan apakah berujung seperti batasan jalur gaza. ini yang membuat manusia kehilangan arah hingga kebobolan demokrasi, perjalanan hidup, kelakuan, norma, agama, sopan santun juga adat menjadi diantara, tidak berdiri di satu sudut ataupun sisi.
singkat kata, kebebasan tidaklah diikuti dengan tanggung jawab, namun kebebasan adalah tanggung jawab. keduanya berjalan beriringan, saling berpegangan tangan erat. dan menunjukkan bahwa keduanya mampu untuk menjadi tiang penopang dari aspal aspal yang diinjak manusia. maka dari itu, saya lelah dengan kebebasan, saya mengharapkan aturan dalam ranah pribadi, seperti rezim apapun yang berkuasa, baik totaliter maupun represif.
seperti yang pernah camus tulis di l'homme revolte, "aku berontak maka aku ada.."