Tuesday, May 29, 2007

hermeneutika

sekarang, banyak kalangan ulama mempersoalkan Hermeneutika untuk menafsirkan kitab suci Al Quran.
"Hermeneutika adalah suatu teori filsafat interprestasi makna yang kemunculannya pertama pada abad 19. Hermeneutika diambil dari nama Hermes yang menyampaikan pesan para dewa kepada manusia, menerjemahkannya sehingga kata-kata para dewa itu bisa dipahami oleh manusia. Hermeneutika terikat pada dua tugas memastikan isi dan makna sebuah kata atau kalimat dsb dan menemukan instruksi-instruksi dalam bentuk simbolis".
Inti pendapat saya dalam hal ini adalah menafsirkan al Quran adalah bebas dengan beberapa metode, asalkan TIDAK merubah isi Al Quran itu sendiri. Pun pula bisa jadi penafsiran klasik merupakan produk historis yang bisa jadi sudah tidak relevan lagi bila diterapkan sekarang, mengingat jaman selalu berkembang.

musibah

sunday 27 may 07. 18:47

beberapa menit lalu terjadi tabrakan tepat depan rumah, sang korban ada seorang ibu dan 2 orang anaknya yang baru pulang dari gereja yang dekat rumah saya. yang nabrak adalah angkot. si supir sudah diamankan di markas tentara yang kebetulan tepat sebelah rumah saya. karena saya kenal dengan beberapa tentara yang mengamankannya, maka saya diperbolehkan melihat si supir itu. sang supir sedang terduduk di lantai. lesu. tatapannya kosong. tapi masih coba membela diri atas kejadian tadi. saya tidak bisa berkata apa2 saat melihatnya. yang ada diotak saya hanya ucapan, betapa bodohnya supir angkot itu. sedang 2 dari 3 korban dikabarkan saksi sudah tidak bernafas saat dibawa ke rumah sakit. (semoga tidak ada apa2 dan mereka sehat). saat menyebrang sang ibu menggendong salah satu anaknya yang masih kecil dan menggandeng anak satunya lagi yang sudah agak besar.

musibah, sapa yang patut disalahkan dalam kejadian ini? sang supir angkot? jelas dia salah. hukum indonesia yang longgar dalam memberikan SIM pada pengemudi kendaraan tanpa test? iya. kehidupan masyarakat yang banyak yang buta akan aturan? iya. tidak ketatnya pelaksanaan peraturan lalu lintas dan tindak nya? iya. kinerja instansi yang bersangkutan? iya. kurangnya sosialisasi dan penyuluhan? iya. semua berurutan. bagaimana dengan perbaikan? bagaimana untuk mengatasinya? apa yang bisa dilakukan? jawaban dalam otak saya cuma satu, tidak ada.. benar benar tidak ada.. silahkan renungkan sendiri kenapa tidak bisa..

Insya Allah semua kejadian ada hikmah..

Monday, May 21, 2007

the death of an author

beberapa waktu lalu aku melihatnya, terlentang di kasur, menatap langit langit kamarnya yang sudah mulai kotor karena jaring laba laba atau endapan air menahun yang membuatnya tampak hitam berlumut. kedua tangannya menjauh dari badannya, seakan akan ia ingin menghirup udara sebanyak banyaknya. tangan kanannya memegang sebuah buku bersampul hitam, sebuah buku george orwell, down and out in paris and london, cerita tentang kehidupan manusia yang tidak pernah lelah dengan kemiskinan yang mereka hadapi. tatapan matanya kosong, entah apa yang dipikirkannya saat itu. waktu sudah menunjukkan tengah malam.

terdengar sayup sayup sebuah lagu mengalun dari radio yang terletak disebelah tempat tidurnya, lagu dari soundtrack film Ghost, "oh..my love..my darling..i'm hunger for your touch..". tatapannya kosong, hingga saat kutinggalkan dia. keluarganya menemukannya, lalu berteriak kaget, sedih dan histeris. dia memanggil namaku sambil menangis, berharap aku jangan meninggalkannya..

Thursday, May 10, 2007

ternyata benar dalam buku yang saya baca, dalm islam itu banyak koridor2 yang mengharuskan kita untuk masuk ke salah satu didalamnya. tetapi terlalu banyak sekali koridor untuk kita pilih, karena semua beranggapan bahwa koridor nya baik dan paling sahih. bisakah kita tidak memilih koridor apapun dan memilih membangun koridor sendiri? bisa! rajukan kita bukan masalah referensi siapa yang lebih benar, tetapi masalah kepercayaan yang tidak bisa dipaksakan.

baru saja kemarin saya dikunjungi seorang kawan lama, setelah lama ngobrol ngaler ngidul, saya tiba2 membuka perbincangan perihal agama, sangat diluar dugaan, dia mengeluarkan pendapat2 yang cukup membuat saya shock, tujuannya baik, dia memberitahu bahwa "koridor" yang dia ikuti adalah koridor paling sahih atau "super", ya setidaknya kitu menurut dia. perbincangan yang semula ringan sedikit berubah menjadi debat kepercayaan, karena dia sudah mulai menyindir koridor2 lain. ucapan pertamanya yang membuat saya mulai terganggu dengan ucapan dia yang bilang, "..yang mereka anggap benar kan belum tentu menurut Allah benar, dan tindakan yang menurut mereka salah, sapa tau benar di mata Allah.." (saya pikir ini bersifat takabur). berbagai perbincangan lainnya kemudian mengarah pada TATA CARA SHALAT! semua tata cara shalat, hingga gerakan2 kecil dalam shalat mulai dibahasnya dengan semangat menggebu gebu, akhir perbincangan dia "mengkritik" tentang buku2 rajukan tentang islam yang saya baca, dalam 2 "segmen" ini saya terdiam, berusaha untuk tidak melakukan sanggahan apapun, karena saya tau itu percuma. saya hanya tertawa..

ternyata dalam islam, tidak hanya teroris dan anarki yang menjadi masalah, "islamisasi fasis koridor2 islam" adalah juga masalah..

Tuesday, May 1, 2007

nowdays

- saya hampir tiap hari punya waktu luang sekitaran jam 7 hingga jam 10-an. saya ingin nonton tv, cari acara tv yg rame, tapi.. jam segitu yg ada malahan sinetron2 tv yg sumpah bikin garing, dan kenapa ceritanya ketebak? ada pihak tertindas yang kemudian dengan kerendahan hatinya dan baik hatinya, dia jadi sukses dan berhasil dan happy ever after. dan atau ga sinetron anak2 sma yang pake hiasan se abreg dan warna warni kalo ke sekolah, sintron azab Tuhan yang terlihat sangat jahat jauh dari kesan Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang, jika ada yg hendak jadi muslim trus liat sinetron2 itu, gimana ya? hehe..
dan acara yg paling najis yaitu, acara TOBAT itu. atau apapun lah namanya, hm.. ranah dan urusan pribadi yang paling rahasia pun sudah bisa dikonsumsi masyarakat, menyadarkan orang2 yang tidak benar untuk kembali kejalannya? saya mikir, apa tindakan represif malahan bisa berhasil dalam hal ini? saya yakin mereka akan balik lagi seperti semula dan malahan dalam konteks ekstrimnya, mereka bisa membenci agama. dan ada pula semacam segmem shock therapy yg di hadirkan di acara itu? urusan pribadi di dunia adalah totalitas urusan pribadi. tidaklah perlu org lain tau, tidak perlu dijadikan tontonan khalayak, dan tidak perlu dijadikan komoditas ekonomi. ini hanyalah permainan ekonomi, agama dapat dijual melalui tv, saya punya usul, gimana kalo so-called ulama2 yang ada di acara itu tidak usah dibayar sedikitpun? mau ga mereka? ridho kah mereka?
dan memang inilah tampilan televisi indonesia, hanya 20% program yang bersifat mendidik. yang menjadi tanda tanya.. bagaimanakah nasib pemikiran masa depan remaja2 indonesia nanti?
bantulah untuk menghentikan pembodohan ini, dengan cara sederhana, kirim kritikan kalian ke tv yang bersangkutan, semakin banyak yang kirim, semoga mereka bsia nyadar kalo ini jelek dan bisa dihentikan.
DONT HATE THE MEDIA.. BE THE MEDIA..