Monday, June 9, 2008

ini yang terjadi..


saya mempercayai bahwa dalam kehidupan, kita semua saling membutuhkan, suatu cara pikir mendasar yang kemudian menjadi pondasi dari piramida kuat bernama kehidupan sosial.
Realitas memang seperti ini, realitas mengatakan bahwa ini adalah dunia. kehidupan sosial dalam hal ini berisi kumpulan individu dengan ribuan bahkan jutaan perbedaan.
hal ini adalah hal yang wajib kita maklumi, menjadi manusia dengan beragam perbedaan.
jadi prinsip kehidupan sosial ini sebenarnya sudah ada dalam diri kita jauh jauh hari sebelum kita mengenal kata perbedaan, manusia, keragaman, sosial, atau bahkan pluralitas.
namun beberapa dari manusia sendiri sulit untuk menerima hal tersebut. disaat kita merasa bahwa perbedaan yang kita miliki adalah suatu keanekeragaman yang harus dilestarikan dan hidup berdampingan, beberapa memilih untuk berbeda dan memiliki jalan sendiri, yaitu menginginkan semua sama. mungkin kita (dalam sudut pandang saya) seperti yang nietzsche bilang "kita adalah pluralitas yang telah membayangkan diri sebagai satu kesatuan". namun ternyata tidak.
semua yang terjadi memang tidak bisa dipungkiri, merupakan suatu proses dalam kehidupan, dimana manusia sendiri yang menjadi sang subjek atau seperti kata descartes adalah sebagai substansi atau penopang yang berperan sebagai fondasi atas segala yang ada (beings). maka keputusan tentang apa saja yang dapat dianggap sebagai "sesuatu yang ada" terletak pada manusia, dan manusia pun hadir dalam satu posisi dominan. jika hal tadi itu masuk dalam pengkotomian "of being", sedangkan menurut saya, dominan apabila sudah masuk dalam kehidupan manusia menempati posisi penting dan berbahaya, dominan tersebut apakah kemudian berujung pada power atau strength. ini juga yang terjadi pada banyak peristiwa kekerasan, contohnya tragedi monas.
marilah sama sama kembali pada dasar kita, menyadari bahwa manusia merupakan mahluk sosial dan saling membutuhkan. perbedaan adalah suatu rezeki, mari kita menyikapinya dengan cara pikir baik, indah dan damai.
mungkin ini semua seperti yang goenawan mohamad katakan, suatu suara alternatif dari kesibukan modernitas.


.

Monday, June 2, 2008

lemparan si bodoh..

lemparan botol air mineral itu terbang ke panggung kami, sampai 4 kali, salah satunya sampe mengenai turntable dan laptop seorang kawan. entah ada masalah apa para pelempar itu, apakah karena rasis pada musik hiphop, entah karena kebencian personal, cuma Allah yang tau. saya sempat emosi dan mencari orang tersebut, saya tidak ingin memukul atau semacamnya, saya hanya ingin mengajaknya ngobrol dan menanyakan.. kenapa?

goodbye part II..

beberapa hari kebelakang saya bertemu ridho di daerah cibadak, di sebuah toko. saya dan dia sudah tidak bertemu sekitaran hampir setahun, hingga banyak sekali hal yang terlewat dan kami obrolkan. ternyata usaha ridho sekarang kurang lebih sama denganku, yaitu bergerak di bidang alat alat tulis. salah satu obrolan kami yaitu sekitaran masa setahun kebelakang dan orang orangnya.
"kamari urang papanggih si kabogoh maneh nu baheula, di IP, keur jalan sama nyokapnya.."
"..serius maneh?" ujarku kaget, karena terakhir kudengar beberapa bulan kebelakang dia pindah studi ke sebuah universitas di jakarta.
"aslina, urang malah sempet ngobrol sama dia, cuma ga lama, ada nyokapnya soalnya, ga enak.." ujar ridho.
aku hanya terdiam, entah mau menimpali ridho dengan respon seperti apa.
"..si eta nanyakeun maneh.." tambah ridho..
aku kaget, tapi masih diam.
"..ku urang dibere no hp maneh da..soalnya dia nanyain loe..dia bilang kangen cenah.. hihii ciehhh ciehhh..nanyain loe nya beungeutnya serius pisan..sumpah aing mah.." tambah ridho lagi sambil tertawa.
aku tambah kaget, biarlah dia jadi kenangan, tanpa perlu ada lagi..




.