Tuesday, July 29, 2008

no vote no voice



saya pribadi adalah orang yang sudah pesimis, sudah tidak lagi mempercayai bagaimana demokrasi, politik dan pemerintahan ini berjalan. mungkin cara pikir seperti ini banyak ditemukan pada orang orang di indonesia, tetapi aplikasi selanjutnya berbeda, ada yang masih berharap dan mendambakan indonesia akan lebih baik dengan cara memilih calon presiden yang aspiratif dan mereka pikir dapat menjadi solusi dari keterpurukan ini, ada pula yang memilih untuk golput.
sekarang suara pemilu sudah nyaring terdengar, permainan partai sudah mulai mengepakkan sayap, selamat datang pesta "demokrasi"..



Monday, July 21, 2008

minat baca.. hehee.. postingan ga penting..

sebuah diskusi ditayangkan oleh salah satu tv swasta, disitu berisi beberapa orang penulis dan dosen sastra. mereka membicarakan kurang lebih tentang fenomena penulisan modern di indonesia. pembicaraan ini menarik, tetapi yang kemudian saya tarik kesimpulan adalah mereka semua seakan beranggapan bahwa masyarakat indonesia bukanlah masyarakat yang mau mengkonsumsi buku untuk membaca, tingkat baca masyarakat kita masih kecil ujar mereka. malahan salah satu penulis terkenal yang bukunya sedang "in" sekarang, mengatakan tidak lebih dari 200.000 orang pembaca yang mau rutin menghabiskan uangnya untuk buku.
apakah ini yang memang sebenarnya terjadi? saya bilang tidak, tingkat baca masyarakat kita cukup lumayan tinggi, tetapi dengan datang ke toko buku besar dan kemudian membeli buku janganlah kemudian dijadikan tolak ukur. pembicaraan yang dilakukan mereka di tv tersebut bukanlah ucapan mereka dalam kadar mereka sebagai penulis, tetapi sebagai produsen atau distributor, dimana dalam prinsip ekonomi kedua pihak ini tujuannya mendapatkan laba atau profit. jika mau membicarakan tolak ukur, mari kita liat jalan2 ke bursa toko buku bekas atau bajakan, saya ambil contoh di pasar palasari bandung, disini banyak orang membeli buku, (saya kategorikan buku sekolah/kampus berada di luar hal ini) buku yang memang untuk maksud mereka konsumsi atau baca untuk bertujuan mendapatkan hiburan atau informasi. kemudian belum juga mereka yang mendapatkan ebooks dengan cara mendownload dari internet. sangat banyak sekali. saya punya banyak kawan yang secara continue melakukan hal ini dengan mereka membeli buku di toko buku besar atau di bursa toko buku bekas/bajakan.
jadi kesimpulannya, seperti yang saya bilang tadi, para penulis/dosen sastra tersebut berbicara ini dalam kapasitas mereka sebagai produsen atau distributor, dimana dalam prinsip ekonomi kedua pihak ini tujuannya mendapatkan laba atau profit.
ini tulisan ga penting sih, cuma enek aja liatin mereka diskusi basi pisan. hehe


.

umrah.. alhamdulillah..

sekitaran se jam sebelum saya masuk ke kota mekkah, saya berjanji pada dalam diri, ini saatnya saya pertaruhkan kepercayaan. saat itu timbul banyak sekali pertanyaan seperti: siapa sebenarnya diri saya, dapatkah saya bisa terus percaya, mampukah saya menjadi orang yang bisa menjadi teguh dalam hal keimanan, bagaimana hubungan saya dengan yang saya percayai selama ini, untuk apa diri saya hidup, apa yang sebenarnya saya percayai, bagaimana ini dan bagaimana itu. semua pertanyaan ini tidak berhenti hingga saat beberapa detik sebelum saya berhadapan langsung dengan ka'bah.
cara pikir ini terbersit saat saya dan rombongan akan menginjak kota mekkah. padahal beberapa jam sebelumnya saya dan rombongan sempat tinggal beberapa hari di madinah, selama itu saya tidak pernah mempertanyakan hal hal tersebut. saya beribadah secara nyaman disana, malahan saya sangat menyukai kota madinah, kota yang dicintai Rasulullah SAW.
saat masuk ke masjidil haram dan melihat ka'bah, hal hal yang tadi menjadi pertanyaan, Allah SWT langsung memberikan jawabannya. saat itu sisi cara pikir kejiwaan saya mencoba untuk menjelaskan secara logika apa yang sedang terjadi, mencoba menjauhkan dari pemikiran euforia, tapi tidak bisa, saya berkesimpulan bahwa hal ini berada diluar nalar dan logika. ini adalah rahmat dan rezeki dari Allah SWT yang tidak bisa dijabarkan dengan terminologi. dan saya bangga bisa mendapatkan ini dariNya.
saat itu saya juga terharu melihat juataan jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah dan melaksanakan kewajiban dari Allah SWT. saya merasa seperti berada di rumah sendiri, merasa jutaan orang yang ada di masjidil haram saat itu adalah saudara saya, saudara saya yang paling dekat dengan saya.

ingat kebesaran Allah tidak berbatas..