saat ini saya sedang ada disebuah acara yang melibatkan anak2 sma, kebanyakan delegasi yang dikirim adalah mereka yang unggulan dan pintar berahasa inggris. mereka masih lugu.
dan wajah2 anak2 anak sma itu masih penuh harap, mereka rajin di organisasi, mereka pintar, mereka bermimpi untuk menjadi seseorang yang sukses.
namun mereka dibunuh realitas..
saat masuk kuliah mereka bermimpi menjadi seseorang yang hebat dibidangnya, tetapi, mereka belum mengetahui jika perusahaan A, B, C dan D lebih memilih lulusan dari universitas X untuk bergabung di perusahaannya, apapun jurusannya. perusahaan E dan F lebih menyukai orang2 dari fakultas Y dari karena lebih bisa berpikir logis. departemen G akan memilih orang2 yang memang titipan petinggi, walaupun bidang mereka tidak relevan. dan kantor H akan memilih pegawai yang hanya mempunyai hubungan dengan orang dalam.
anak2 itu akan dibunuh realitas..
its about the love we share, the dreams we refuse to surrender, and the secrets we hold..
Tuesday, May 5, 2009
Monday, May 4, 2009
satria 2..
satria kembali bertemu dengan ku, dia kembali lagi bercerita pengalamannya menjadi so called PK, hehe.
sejak dua bulan kebelakang karena salah satu rapat di luar kota, satria menjadi dekat dengan kepala cabang bank tempat dimana dia bekerja, bu ayu namanya, wanita umur 42 tahun, karir memuaskan, turunan jawa dan china, rambutnya pendek, dia cat semi pirang, tubuhnya tinggi, tidak terlalu cantik namun menarik. setidaknya itulah gambaran satria tentang bu ayu pimpinannya ini.
satria rapat 3 malam di luar kota dengan bu ayu ini, singkat kata, hari terakhir mereka bercumbu. dan sekarang satria direkomendasikan untuk dipindah ke bagian lain (saya ga tau nama bagiannya) yang satria pikir bagian itu ga asik sekali (heh?!).
menarik..
sejak dua bulan kebelakang karena salah satu rapat di luar kota, satria menjadi dekat dengan kepala cabang bank tempat dimana dia bekerja, bu ayu namanya, wanita umur 42 tahun, karir memuaskan, turunan jawa dan china, rambutnya pendek, dia cat semi pirang, tubuhnya tinggi, tidak terlalu cantik namun menarik. setidaknya itulah gambaran satria tentang bu ayu pimpinannya ini.
satria rapat 3 malam di luar kota dengan bu ayu ini, singkat kata, hari terakhir mereka bercumbu. dan sekarang satria direkomendasikan untuk dipindah ke bagian lain (saya ga tau nama bagiannya) yang satria pikir bagian itu ga asik sekali (heh?!).
menarik..
albert berpikir..
albert semalam meneleponku, dia kemudian bercerita dan meminta pendapat, albert skrng sudah pindah kerja ke salah satu perusahaan tekstil terkenal di bandung, dia menjabat di posisi yang lumayan penting, sudah hampir 2 tahun dia bekerja disana dengan gaji yang lumayan lah diatas UMR.
namun bebererapa minggu kebelakang muncul kabar, albert ditawari menjadi manager salah satu unit kerja di perusahaan tersebut, albert menganggap bahwa kabar tersebut hanya gosip saja, namun ternyata kemarin dia benar benar disuruh menghadap kepala personalia dan ditanyakan kesanggupan untuk menjadi manager di unit tersebut, sang kepala personalia senang dengan pribadi albert yang menurutnya pintar dan sangat jujur.
albert saat itu tidak langsung mengatakan iya, dan juga dia tidak langsung mengatakan tidak, albert hanya bisa terdiam.
"goblok loe, kenapa diem, gaji loe gede kalo jadi.." ujar saya pas di tlp semalam.
"gw ga betah bro, sumpah gw ga betah.." jawab albert.
sekarang bagian saya yang terdiam.
rasa betah atau tidak betah memang menjadi masalah besar di pekerjaan, namun ada kalanya juga kita berpikir bahwa kita tidak boleh menyarah, kita memiliki kebutuhan (untuk bayar cicilan motor, kontrakan, listrik, makan, dsb.) yang tidak sedikit.
apa yang akan kalian lakukan bila kalian menjadi albert?
bisakah rasa bosan dihancurkan? dan meneruskan diri dalam ketidak betahan, tunduk dan patuh?
ataukah berontak dan keluar?
namun bebererapa minggu kebelakang muncul kabar, albert ditawari menjadi manager salah satu unit kerja di perusahaan tersebut, albert menganggap bahwa kabar tersebut hanya gosip saja, namun ternyata kemarin dia benar benar disuruh menghadap kepala personalia dan ditanyakan kesanggupan untuk menjadi manager di unit tersebut, sang kepala personalia senang dengan pribadi albert yang menurutnya pintar dan sangat jujur.
albert saat itu tidak langsung mengatakan iya, dan juga dia tidak langsung mengatakan tidak, albert hanya bisa terdiam.
"goblok loe, kenapa diem, gaji loe gede kalo jadi.." ujar saya pas di tlp semalam.
"gw ga betah bro, sumpah gw ga betah.." jawab albert.
sekarang bagian saya yang terdiam.
rasa betah atau tidak betah memang menjadi masalah besar di pekerjaan, namun ada kalanya juga kita berpikir bahwa kita tidak boleh menyarah, kita memiliki kebutuhan (untuk bayar cicilan motor, kontrakan, listrik, makan, dsb.) yang tidak sedikit.
apa yang akan kalian lakukan bila kalian menjadi albert?
bisakah rasa bosan dihancurkan? dan meneruskan diri dalam ketidak betahan, tunduk dan patuh?
ataukah berontak dan keluar?
Subscribe to:
Posts (Atom)