Thursday, October 15, 2009

hutang budi


10:20 wib
aku masih belum bisa tidur padahal beberapa minggu terakhir ini istirahatlah yang paling kubutuhkan, reni masih terus mengajaku untuk chatt lewat YM, tak berhentinya dia bercerita mengenai masalah dengan pacarnya yang baru dia putuskan tadi pagi. aku sudah tidak kuat lagi mendengarnya, aku hanya menjawabnya dengan tulisan "iya", "ah masa", "bagus bagus".
10:28 wib
reni masih belum berhenti, sekarang dia malah tertawa, menjelaskan mengapa akan sangat menyesalnya sang pacar kelak. aku masih menjawab yang sama dengan tulisan tulisan pendek tadi. tapi entah kenapa, reni tidak menyadari bahwa jawabanku dari tadi hanya itu lagi itu lagi. lucu juga.
11:02 wib
aku sudah lemas, sangat lemas, aku terkantuk, kenapa aku tertahan? karena reni berjasa besar memasukanku ke tempat ku bekerja sekarang, aku merasa hutang budi sangat besar padanya. iya, hutang budi dibawa seumur hidup, sampai kapan? sampai merelakan aku terkantuk seperti ini dan tertidur sendiri?
11:13 wib
aku sign out tanpa pamit
aku tak perduli nilai moral hutang budi.

Wednesday, October 7, 2009

penyatuan hati..

beberapa waktu terakhir ini banyak sekali tema yang saya dengar atau baca tentang pernikahan, suatu proses yang hmm.. entah saya definisikan seperti apa proses ini. teralalu menarik dan juga terlalu rumit, kenapa rumit? karena melibatkan perasaan yang heterogen, cara pikir yang heterogen pula. kenapa saya sebut heterogen, karena pada awalnya si individu tersebut memiliki banyak sekali rasa dan cara pikir yang kemudian harus di satu visikan atau disamakan. sulit sekali menurut saya, karena itulah saya bilang ini rumit, tetapi dalam kerumitan bukan berarti pula bahwa individu tersebut tidak mampu. rumit sekaligus menarik.

rasti sudah mengenalkan adit pada ibunya, adit seorang designer grafis pada sebuah konsultan IT, sang ibu tidak setuju, dia berpikir seorang designer tidak akan bisa membahagiakan anaknya dalam segi finansial.

hamdi mengenalkan nina, seorang gadis baik baik, pada ibu nya, sang ibu tidak setuju, sang ibu masih tidak melupakan mantan si anak (ratu) yang baru sudah putus 6 bulan lalu, "memang kamu yakin pacar kamu ini bisa lebih baik dari ratu?" ujarnya.

wandi membatalkan pernikahannya yang direncanakan akan berlangsung tahun depan dengan witha, wandi berpikiran bahwa witha terlalu posesif berat dan sulit berubah dan membayangkan apa jadinya jika suatu pernikahan ada sikap posesif seperti itu.

raka menikah bulan depan dengan risma tanpa persetujuan kakaknya, sang kakak berpikiran bahwa risma bukan datang dari keluarga baik baik.