Tuesday, June 30, 2009

waktu dan dia..


20:03  

dia baru selesai meneleponku, kantor nya akan mengadakan acara launching suatu produk baru, dia masih sibuk, terlalu sibuk malahan untuk mengerjakan suatu urusan yang bukan tugasnya. aku pikir dia terlalu baik, itu saja.

well anyway, kami sepakat untuk berpacaran sejak 2 bulan lalu, tidak ada yang tau akan hal ini, karena kami sepakat untuk menjaga rahasia ini diantara kami berdua. bukan karena kami tidak ingin membagi kebahagiaan, tetapi karena kami sama sama sudah punya pacar, ya affair gitu deh.   

21:14 

ayahnya terus meneleponnya, begitu juga pacarnya. khawatir karena sang pacar masih sibuk di kantor hingga jam 9 malam. aku sendiri tidak khawatir, aku tau dia pulang pasti diantar supir kantor, dan dia sudah bisa menjaga diri. 

21: 49

sms datang ke HP ku: "aku telepon kamu boleh gaa..." berderinglah telepon tanpa sempat aku membalas sms nya. padahal aku sedang menonton pertandingan bola. dia curhat masalah kantor, tentang teman2 nya yang sulit berpikiran praktis pada saat buru2 waktu seperti ini.

22:09

sms darinya: "aku kangen kamu sayang.." aku balas "miss you more.." 

23:00

dia menelepon, mengatakan sudah di rumah, bersiap untuk tidur. menutup telepon dan sudah, aku juga sudah mengantuk anyway. affair yang tidak menarik, tapi aneh, aku menyayanginya..   

Monday, June 29, 2009

smile..

Today I smiled, and all at once things didn't look so bad.
Today I shared with someone else, a bit of hope I had.
Today I sang a little song, and felt my heart grow light,
And walked a happy little mile, with not a cloud in sight..

Wednesday, June 24, 2009

penentuan sikap..

sekarang saya sedang hidup dan bergerak dalam suatu koridor dimana ketegasan sikap saya diperlukan disini. koridor ini memiliki banyak ruang tersembunyi, entah untuk siapa ruang tersebut dibuat dan entah dihuni oleh siapa ruang tersebut. jika saya bicarakan secara umum, memang nampaknya ini terjadi pada semua orang, tetapi ada yang menyadari, ada yang tidak.  

saya akhirnya mampu menentukan sikap, penentuan sikap ini adalah kembali suatu pilihan, dimana saya bisa memilih untuk tidak menentukan sikap atau memilih untuk menentukan sikap. kemudian saya memilih untuk menentukan sikap, karena memang seseorang yang sudah dewasa seharusnya bertindak seperti itu, capable untuk menentukan sikap. 

memang terkadang penentuan sikap bukanlah hal yang menyenangkan pada hasil akhirnya, selalu ada pengorbanan, bisa itu buruk atau baik. dalam pemikiran kaum anarkis di amerika selatan pernah saya baca, yang kurang lebih isinya seperti ini, lakukanlah apa yang anda ingin lakukan, karena jika pada akhirnya hal tersebut berubah menjadi hal buruk, anda tetap harus bangga, karena setidaknya anda sudah mampu melakukan penentuan sikap atas dasar pilihan anda sendiri. 

setelah ada hasil yang terjadi kemudian adalah pelaksanaan setelah penentuan sikap, kemampuan mengatasi dan melaksanakan pilihan atas penentuan sikap yang telah kita lakukan. ini menarik, karena berhubungan dengan konsistensi, apakah penentuan sikap tersebut mampu kita lakukan maksimal, dalam arti terus dilakukan, atau kita mati ditengah tengah dan memilih untuk kembali pada masa dimana sebelum penentuan sikap dilakukan. 

pada akhirnya kembali lagi, ini adalah suatu pilihan, bukan keharusan karena anda dewasa jadi anda harus mampu melakukan penentuan sikap. be free in life.. 


Tuesday, June 16, 2009

mimpi seorang sahabat..

dia sahabatku, umar namanya, usianya sudah 27 tahun, sekarang dia menemukan seorang pasangan yang sudah dia anggap cocok untuk menjadi pendamping hidupnya kelak. sering dia bercerita padaku mengenai hari harinya dengan wanita tersebut, nina nama wanita itu. 

sejak lulus sma, umar "mendedikasikan" hidupnya pada dunia musik, dia memang seorang pemain bass handal yang memang tidak perlu disangsikan lagi keahliannya. dia masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta, kuliahnya sempat terkatung katung karena saat itu umar sedang sering mendapatkan tawaran manggung di luar kota. namun walaupun melebihi 2 tahun waktu normal kuliah, umar akhirnya lulus dan mendapatkan gelar. umar sangat bahagia, baginya saat itu adalah saat dimana dia bisa total menghabiskan hidupnya di musik. 

2 tahun berlalu, 3 tahun berlalu, hingga sekarang sudah hampir 7 tahun dia menghabiskan hidupnya untuk musik yang dia gemari itu. dia berkata, pernah bermimpi untuk membahagiakan orang tuanya kelak dari hasil jerih payahnya bermusik. suatu semangat yang patut diacungi jempol oleh saya pribadi sebagai sahabatnya. 

tetapi, kedatangan wanita tersebut merubah hidupnya, dia akhirnya tersadar bahwa bermusik dalam lingkupnya belum bisa menghidupi dirinya secara kecukupan, apalagi untuk menghidupi nina, jika kelak dia menikahinya nanti. dia berpikir sudah bukan waktunya lagi untuk mengejar si bapak calon produser A, manggung di kota X untuk ditonton sang manager band B, atau mengejar si bapak S untuk memberikan demo musiknya agar diberikan ke perusahaan rekaman M.  hidupnya seharusnya sudah lewat dari fase tersebut dan sudah memulai pekerjaan yang memang bisa membuat dia dan calon istrinya kelak bertahan hidup dengan penghasilan tetap. 

ini adalah mimpi, kita manusia sudah hidup ditemani mimpi setiap harinya, ditemani bayang bayang bahwa suatu saat kita akan jadi superstar, manager perusahaan besar, diplomat ulung, wartawan media asing, ataupun pengusaha besar. tetapi realitas bukanlah seperti itu, realitas sudah membunuh, sudah saatnya kita bangun dan mulai hidup.. menyesakkan? memang..   



Sunday, June 7, 2009

1:09 AM

ku sudah tidak lagi mengenalnya, dia berbeda,
kulitnya terlihat semakin halus, wajahnya semakin cantik,
dan masih, senyumnya penyambung nyawaku..
aku melihatnya menggunakan jaket hijau dan kaos putih,
tangannya melambai saat melihatku,
aku hanya bisa tersenyum kecil..
mobil sedan itu membawanya pergi,
menjauh, seakan aku adalah masalah..
pernah kau katakan bahwa tak ada cinta selain aku,
tapi pernah juga kau katakan, jika semuanya sungguh tak wajar..
aku mengerti semuanya sudah kau simpan rapat,
jiwamu tak lagi bersamaku..
hanya beberapa detik aku dapat melihatmu lagi,
takkan ada kelanjutan,
karena seperti kita tau, kita tak pernah mengenal awal..
kembalilah, walau hanya sekejap, izinkan ku memelukmu..


mp3 plays: the virgin - cinta terlarang, untuknya..

Wednesday, June 3, 2009

seks

"Marriage and love have nothing in common; they are as far apart as the poles; are, in fact, antagonistic to each other.." emma goldman


seks adalah sebuah masalah apabila anda sudah masuk jenjang pernikahan, porsi nya sudah sama dengan materi. jika seks anda buruk, pernikahan anda bermasalah, sama seperti halnya dengan materi, jika materi anda buruk tidak bisa menghidupi, sama, pernikahan anda juga bermasalah. 

muncul pertanyaan, kenapa seks menjadi suatu dinamika yang besar dalam pernikahan, kita bisa saja berpikiran, waduh, ko seks aja gituh, masa kita hidup melulu untuk seks. betul, kadang muncul pertanyaan seperti itu, namun kita harus kembalikan seks adalah needs, seperti halnya makanan, karena itu porsi nya saya sejajarkan sama dengan materi dalam pernikahan. entah apa yang emma goldman pikirkan mengenai hal ini. hehe. mungkin dia akan mengatakan "i told you not to involve in marriage". hehe. Tapi kita adalah masyarakat timur, menikah adalah bagian dari hidup. melepaskan pernikahan adalah suatu aib bagi masyarakat timur. walaupun memang sebenarnya hal tersebut bukanlah suatu hal yang memang aib.  

tapi dapatkah dalam pernikahan kita menjadikan seks bukanlah suatu komoditas penting? terlalu rumit memang dan tujuannya untuk apa. bagi saya tujuannya untuk lebih mengutamakan tujuan menikah lainnya yang memang jauh lebih penting, hidup bersama, membangun keluarga yang baik dan memiliki rasa pengertian yang baik. jadi lepaskan seks dari komoditas utama dalam pernikahan, jika belum menikah? bebaskeun.. hehe..