Wednesday, November 26, 2008

lastri


saya kembali dibuat tersenyum oleh tindakan suatu kelompok yang melarang film berjudul "lastri", anggapan mereka film tersebut menghidupkan kembali paham komunisme di indonesia. setelah membaca tentang hal ini saya mencoba mencari tau apakah memang benar film ini menceritakan tentang revolusi kaum marx lenin. namun setelah membaca beberapa sumber informasi, film ini hanya menceritakan cerita cinta yang berlatar belakang peristiwa suram tahun enam lima. kembali ke soal marx dan lenin di indonesia, saya adalah seseorang yang pernah menggandrungi kedua sosok orang ini, entah karena euforia mahasiswa ilmu politik tingkat awal atau memang karena kagum dalam artian sebenarnya.
saya sempat banyak sekali membaca beberapa buku yang berbau marx dan lenin dari banyak pengarang, termasuk pengarang2 yang berasal dari indonesia. satu kesimpulan dapat saya tarik, paham ini tidak cocok untuk hidup kembali di indonesia karena sudah terlalu usang. diantaranya alasannya adalah:
masalah agama, lenin dalam tulisannya tentang socialist and religion menceritakan bahwa untuk membentuk suatu pemerintahan sosialis yang kuat, agama haruslah dikesampingkan. dalam hal ini untuk sekarang, indonesia adalah negara ketuhanan, negara yang menyatakan diri sebagai negara yang percaya pada Tuhan YME sesuai dengan pancasila. suatu hal yang sulit apabila para komunis ingin membentuk masyarakat yang mengenyampingkan agama di indonesia, pasti mendapat kecaman hampir dari semua orang indonesia yang beragama.
masalah ekonomi dan politik, penghancuran kaum kontrarevolusioner dan borjuisme, pembantaian tuan tanah, bukanlah permasalahan yang bisa terulang lagi sekarang, masyarakat kita sudah cukup pintar bahwa perjuangan untuk hidup lebih baik bukanlah melalui jalan kekerasan, yaitu melalui berusaha dan bertawakal. selain itu, masyarakat kita sudah tidak berpikir lagi akan akan "revolusi bersama demi persamaan kelas", masyarakat indonesia sekarang sudah bersifat sangat individualistis, bergerak sendiri, berusaha sendiri tanpa perlu melihat orang lain dan tanpa perlu menghancurkan orang lain. kita sudah bisa mikir, "kalo mikirin orang lain kita gakan maju2 terus". selain itu, negara kita tidak mungkin tiba2 menjadi negara yang anti paham kapitalis, kita hanya bisa mereduksi, apa ada kesanggupan dari pemerintahan komunis yang berkuasa untuk bisa tidak menjatuhkan negara hingga bangkrut? sangat sulit.
dan secara tata negara, komunisme menginginkan suatu bentuk pemerintahan yang diktator, didiktator oleh para penguasa komunisme, yang menurut mereka supaya dapat membimbing negara menuju negara sosialis yang mapan. dalam hal ini masyarakat indonesia sudah lelah akan kediktatoran selama 32 tahun, kita tidak ingin dijajah kedua kalinya di masa depan.
jadi kesimpulannya, sangat tidak mungkin lagi paham2 komunis tumbuh dan berkembang di indonesia!dan dari beberapa landasan itulah yang kemudian membuat saya tersenyum saat kelompok2 itu melarang pembuatan film lastri dan kemudian secara tidak langsung mengusir semua kru, produser dan para aktornya dari daerahnya, teringat emma goldman akan ucapannya, "the most violent things in society is ignorance.." saya pun kembali tersenyum..

mp3 plays: aesop rock - 9-5ers anthem
"Hate the fact that eight hours a day, Is wasted on chasing the dream of someone that isn't us And we may not hate our jobs, But we hate jobs in general, That don't have to do with fighting our own causes.."

Monday, November 3, 2008

out of mind..

after couple of traffic lights, i still remembered about my wet blue underpants and tshirts, 2 socks folded down to squares tight as origami, that i put inside my big bag. this is silly, at least thats what i'm trying to say. down another street, looking for a missing tick tack, listening to my friends joke, its not even funny, its more like something that palahniuk would might shot. cheezy. this is my dream, hope i could made it. i dont wanna Living that same life, every day. this is my future that we're talking about. in other case, at the next stop, i wondering about you, its like tracking horse shit on a cowboy boots. i sat and peeled back the window and spit the gum down to the hot unbrushed street. this is what i have brought along for these last few months,but i dont have to tell you, just read this, i'm sure u'll understand. this is a masterpiece, This much time, i'd bet on our own ability to create some masterpiece. A short story or poem or screenplay or memoir that would make sense of ur life. this is masterpiece. because i'm telling truth. i remembering you. like you used to remembering me.. give me a hug.. dont give me love..

back.. condamned!

human are condamned to be free, itu apa yang sartre bilang. paham ini bilang bahwa pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas. bebas dalam artian, sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
sebenarnya setiap paham dalam filsafat saling terkait dan berakar dan terakar, begitu juga dengan eksistensialisme, paham ini berkaitan erat dengan berbagai paham pemikiran liberal, humanis, dan sekular. tp entah bila pemahaman ini disambungkan pada pemikiran teologis, pemikiran tentang Sang Maha Kuasa, karena kata "kebenaran mutlak" tidak dibahas disini, hanya sebatas manusia dalam kehidupannya. mungkin kata "condamned" menurut sartre itu , yang mengutuknya adalah Tuhan. setidaknya itu menurut saya.. haha!
Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. tapi kalo disambungin ama keber ada an, jadi pusing ya, malahan ntar nyambungnya ke habermars, time and being, fenomenologi, imanuel kant, dsb.
enough about this, its my life now, and right now, i'm doing "my own existensialisme", tapi saya sendiri tidak tau batasan kebebasan ini sampai dimana. apa batasannya benar2 berada pada saat menyinggung kebebasaan orang lain? kebebasan ini menimbulkan stagnasi tinggi hingga mencapai taraf kebosanan. hampir semua orang pasti merasakan hal ini. saya benci mengatakan ini, tapi, saya membutuhkan kehidupan normatif! saya tidak membutuhkan kebebasan.anyone needs a balance on their life, people are not only condamned to be free but people are also condamned to be responsible for everything they have done, yap, kebebasan bertanggung jawab. tanyakan kenapa pada pancasila.. haha!

short 1

kebebasan tidaklah diikuti dengan tanggung jawab, namun kebebasan adalah tanggung jawab. keduanya berjalan beriringan, saling berpegangan tangan erat. dan menunjukkan bahwa keduanya mampu untuk menjadi tiang penopang dari aspal aspal yang diinjak manusia. maka dari itu, saya lelah dengan kebebasan, saya mengharapkan aturan dalam ranah pribadi, seperti rezim apapun yang berkuasa, baik totaliter maupun represif.