Tuesday, September 30, 2003

friends = backstabber ?!
malam ini sangat-sangat dingin! jam sudah menunjukkan pukul 12 kurang, dan masih jauh dari kata ngantuk tapi tak dapat terelakkan dari kata lelah yang sangat, hal yang akan kubahas malam ini adalah teman dan uang, ada beberapa kejadian yang mendasariku untuk menulis kaya gini, nampaknya hingga detik ini banyak orang yang rela melakukan apa saja demi uang, termasuk mencuri sesuatu dari temanmu sendiri, teman yang saat itu memberikanmu kebaikan yang akhirnya kau balas dengan air tuba, yap! its happent latelly, dan malahan bukan sebatas teman, tapi seorang sahabat baik!
apa yang membuat dia begitu hanya karena urusan sepele, karena uang, karena kebutuhan yang dia butuhkan mendesak, dan kebutuhan yang harus dia penuhi segera, sehingga karena desakan dan kebutuhan tersebut dia rela melakukan apa saja demi untuk mendapatkan uang itu, termasuk MENCURI !
sangat disesalkan hal tersebut terjadi, sangat emosi bercampur sedih melihat kejadian tersebut terjadi. banyak pertanyaan yang ingin kulontarkan, mulai dari apa tidak ada jalan lain? hingga apa arti teman-temanmu untukmu? apa mereka tidak bisa membantu? banyak sebenarnya cara yang bisa dia lakukan agar tidak menempuh jalan ini.
hingga detik ini aku masih belum bisa untuk berkomunikasi dengan dia secara baik, perasaan yang keluar masih bercampur antara kasihan, kesal, dan emosi yang meluap, hingga detik itu, aku sudah menganggap dia bukan sahabatku lagi, entah kenapa aku berfikir seperti itu, tapi aku rela melepaskan seorang sahabat apabila dia melakukan hal sangat buruk, apalagi hal tersebut dilakukan terhadap sahabatnya sendiri, tapi suatu jalan baik harus aku dan semua temanku harus ambil, walaupun kita semua tidak menghakimi dia dan mencoba menyelesaikan masalah ini dengan dia tapi kami semua berdoa yang terbaik untuk dia. semoga dia diingatkan agar tidak melakukan hal itu. we hope so!
musuh dalam selimut? iya.. backstabber? iya.. seorang musuh dalam selimut yang siap menikam dari belakang yang juga berfrofesi sebagai SAHABAT! sungguh menyesakkan bukan? iya.. sangat!
sudah ah.. lebih baik aku mengabiskan waktuku dengan menulis hal lain yang lebih berguna daripada ini,,
ini cuma curhat! maaf!

Monday, September 29, 2003

iya satu lagi cerita menemaniku pagi ini, teringat kemarin ketika aku berkunjung lagi ke sebuah tempat di jakarta, yang sangat-sangat malas aku untuk mengunjunginya bila berkunjung ke jakarta, ya.. plasa senayan! cuih! mendengar namanya oun aku langsung malas dan muak dan segera teringat dan mengingat semua apa yang ada disana.
sudahlah.. lebih baik kita mulai bercerita, sore itu aku diharuskan untuk kesana karna untuk menemui teman yang memang sangat-sangat kuperlukan untuk bertemu, suasana dari aku mulai keluar mobil dan menginjakkan di tangga pertama menuju mall tersebut sudah sunggup sangat tersiksa dan bikin bt! hehe.. terlalu nge-dramatisir ga? biarlah! back to the story..
ku duduk disebuah restoran kecil < and thank god its not mc'D! > dan hanya memesan sebuah minuman coca-cola small glass, karna aku sangat-sangat malas mengeluarkan uang yang secara langsung uang tersebut digunakan untuk menghancurkan rakyat, fuck kapitalis! ahh..!! shitt!! maaf.. biasalah aku sangat-sangat menjadi sensitif sekarang apabila mendengar kata-kata kapitalis, mungkin karena kegiatan diskusi yang sering aku lakukan, ah.. sudahlah! untuk kedua kalinya aku melantur lagi.. back again to the story.. aku lihat sekeliling mall tersebut, dan yang sangat diselalkan, ini sudah sekitar setengah jam temanku itu telat! damn!
orang-orang disini memang sangat konsumtif apabila berbelanja, bisa dilihat dari seberapa banyaknya orang yang membawa kantong belanja berukuran besar dan berisi baju-baju baru, padahal harga-harga barang disini itu tidak ada yang murah! wah.. sungguh kaya-nya mereka.. perbincangan disebelah tempat ku duduk juga menjadi bahan perhatianku, kedua remaja seumuranku yang berstelan sangat-sangat hiphop tidak berhentinya membicarakan tentang berapa besarnya biaya modifikasi mobil mereka, dan tidak berhenti pula tentang bagaimana mereka bangga bisa mencampakkan wanita dengan mudahnya, huh! hmm.. tidak ada komentar tentang remaja-remaja disebelahku ini, satu lagi... sebelahku juga ada 2 orang ibu-ibu yang tidak berhenti membicarakan pengalaman mereka berdua saat berlibur ke paris, ohhh... kenapa aku harus berada disini?!!!?!?!? ingin aku berteriak dan membentak mereka, tapi ah! apa hak-ku dan apa alasanku cukup untuk membentak mereka yang cuma berbincang tentang keseharian mereka itu? tolol apabila aku melakukannya!
hanya saja gaya hidup dan cara mereka itu yang bikin aku enek! dan jijik! damn! apakah semuanya harus kau ukur dengan uang, apa semua perbincangan hanya seputar seberapa banyak uang yg kau miliki, mobil apa yang mereka punya dan seberapa jauh kau bisa berlibur?
aku tidak akan membandingkan mereka dengan kaum-kaum kecil yang berada dibawah mereka secara materi, karna aku malas jika menyambungkan masalah ini dengan masalah agama. sungguh malas aku mengabisakan waktu disini seharian, tapi kulihat pula banyak orang-orang yang sangat-sangat senang berada disini dan mengabiskan waktu "hang out" mereka disini dan tidak perduli dengan fenomena yang terjadi di plasa senayan ini?
apa aku salah jika aku menggerutu tentang gaya hidup mereka atau cara hidup mereka? apa aku salah jika ingin membentak mereka karna kesal dengan apa yang mereka bicarakan? iya jelas! salah!!! karna aku tidak seharusnya melakukan hal ini, ini sangat-sangat jauh dengan apa yang seharusnya kulakukan dengan fenomena ini, tapi aku sendiri tidak tahu apa yang harus kulakukan.. ah.. sepertinya aku diharuskan cukup dengan muak saja apabila melihat hal-hal ini..
ahh.. akhirnya temanku datang, kita berbincang sekitar 15menit lalu pulang, satu hal yang kupikirkan.. ingin aku cepat pulang ke bandung dan menikmati hari-hari ku dengan teman-temanku tanpa sedikitpun mendengar dan membicarakan uang, wanita atau mobil yang kupunya.. hahahahahhaha......



careless whisper = drunk = bandung
ditemenin lagu "careless whisper" aku menulis ini, ga lupa juga ditemenin satu gelas nescafe ice yang bikin aku seger pagi-pagi gini dan nikmatin matahari dalam kamarku, setelah sarapan dengan nikmat barusan aku tiba2 teringat untuk membikin sebuah cerita atau mungkin lebih tepat disebut diary, ah.. pathetic kan?! tapi biarlah.. dan tiba-tiba sekarang tidak tahu harus menulis apa.. damn! otakku kadang-kadang stuck gini kalo pas langsung dikasih komputer untuk menulis apapun, mulai dari cerita, narasi ataupun diary simple kaya gini. sengaja aku menyimpan lagu2 slow saat menulis ini, sapa tau otakku akan lebih encer dan mudah membimbing jari-jari tanganku untuk mengetik dengan bagus dan lancar.. hehe..
tiba-tiba teringat pada suatu malam saat sedang menyusuri jalan pasteur menuju cimahi, saat itu waktu sudah menunjukkan sekitar tengah malam, dan iya, tak pernah lepas dari musik, malam itu aku menyetel lagu dari kaset the best of smaskin pumpkins yang merupakan hasil pemberian seorang mantan, hehe.. lagu "1979" cukup menjadi sahabat sejati malam itu, tiba-tiba tanpa berpikir panjang dan suatu hal yang aku selalkan hingga hari ini yaitu aku memutar mobil dan berbalik arah kembali ke arah kota, untuk apa? untuk mampir ke sebuah toko kecil yang disebut "taurus". damn! mungkin buat temen-temen tau kalo "taurus" itu toko apa, dan buat apa aku kesana. satu botol minuman yang aku lupa namanya akhirnya kubeli, uang sekitar rp. 70 ribu hilang begitu saja malam itu, setelah itu aku sedikit berpikir tentang apa yang akan kulakukan malam ini, akhirnya kedua kalinya tanpa berfikir panjang aku melanjutkan perjalananku ke sebuah tempat indah di daerah dataran atas bandung < iya, sebuah niatan buruk selali ditemani dengan pemikiran pendek >
perjalanan sekitar 20-30 menit tidak terasa,mungkin karena pengaruh jalanan sepi dan sifat menyetirku yang sedikit tolol dan ngebut tanpa aturan, huh! payah!
akhirnya suasana cukup sepi dan lumayan dingin, untungnya aku membawa sweeter dan segera kukenakan, kucari tempat strategis dan kubuka botol minuman yang tadi kubeli, kuteguk pelan-pelan dan kurasa hangatnya minuman itu menyentuh perut dan leherku. ah.. lumayan nikmat kuucap.. sebenarnya tidak ada yang menggangu pikiranku hari itu, aku bukanlah remaja yang frustasi dan melahirkan diri ke dalam alkohol, ya walaupun ada aku tidak terlalu ambil pusing malam ini dan tidak mau larut didalamnya malam ini, malahan sebenarnya aku hanyalah social drinker yang kebetulan agak-agak terlalu sosial malam ini, aku bahkan masih terlalu jauh dari garis alkoholic, aku bahkan baru mengenal minuman keras tahun ini, bulan febuari pula! tapi nampaknya setelah bulan itu aku beberapa kali dengan senga menegaknya dan sengaja membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. tolol yah?
ah.. beberapa puluh menit kemudian kepala mulai terasa pusing dan sedikit sering berpikir negatif dalam hal-hal lain. akhirnya aku kembali ke mobil dan kembali menyetir, haruslah kupaksakan untuk menyetir walau kepala pusing, soalnya mau gimana lagi? kupacu mobil dan pulang ke rumah..sekali lagi.. lagu smaskin pumpkins masih setia menemaniku malam menjelang pagi itu.
dalam perjalanan aku berpikir, apalah nikmatnya minum alkohol? apa cuman karena ingin merasa sengaja membuat dirimu seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat yang padahal masalah tersebut bisa kau selesaikan tanpa alkohol? ah.. suatu ketololan kan?
akhirnya setelah pulang kerumah ku benar-benar mengambil inti garis merahnya, sudahlah malam ini lebih baik aku tidur dan menikmati sisa malam ini dengan mimpi.
drugs and alcohol are for looser!