Friday, August 21, 2009

kedua..

tak jelas apa yang dilakukan ami dan sinta pagi itu, mereka asik di depan laptop mereka memeriksa facebook. mereka tau ini sudah jam 9, sudah saat nya mereka masuk kelas, hari ini mata kuliah psikologi komunikasi. "kita juga lagi belajar psikologi komunikasi kok ya" ujar ami. "iya, kita belajar liatin status status orang, itu psikologi kan.." sambung sinta yang kemudian sisambung oleh tawa keduanya. 

ami adalah adik semata wayang ray, ami kuliah semester semester awal di salah satu universitas di bandung. pagi itu sang pacar, angga, yang kebetulan adalah seorang gitaris salah satu band cafe di bandung hendak mengajak ami nonton film G.I Joe ke salah satu mall di kawasan cihampelas. hubungan mereka sudah mencapai 6 bulan, ami girang pada akhirnya mempunyai pacar seperti angga, anak orang berada dan juga seorang gitaris sebuah band. 

jam 11 ami sudah dijemput angga, meninggalkan sinta di kampus dikarenakan sinta masih menunggu pacarnya yang masih ada kuliah sampai jam 12. ami dibawa ke rumah sang pacar yang letaknya di seputaran setiabudi. ayah angga pengusaha kayu di sumatra, ibu nya memiliki 3 butik pakaian dan pemilik sebuah salon ternama, keduanya pengusaha sukses.  angga adalah seorang anak tunggal, jadi otomatis dia adalah anak yang sangat disayang keduanya, walaupun sejak kecil angga sudah biasa ditinggalkan mereka berdua.

di rumah angga, ami menyetel dvd sambil meminum jus melon yang ada di kulkas. angga duduk di sebelahnya sambil memeluk ami dengan erat sambil menciumi pipi ami sekali kali. tangan angga mulai memegang payudara ami, ami malahan tersenyum dan melirik ke angga. karena terasa mendapat izin, angga langsung mengalihkan tangannya ke arah bawah, tanpa sadar mereka berdua sudah tanpa busana.

saat angga berusaha untuk lebih jauh lagi, ami menolak yang kemudian dengan spontan menampar angga, angga yang sedang dalam kondisi "tinggi" seperti itu langsung emosi dan langsung menampar balik ami dan mencacinya dengan kata kasar dikarenakan penolakannya.. to be continue..      

Sunday, August 16, 2009

satu..

cinta menurut Sartre, tak pernah sepi dari rasa egoisme, selalu berupa suatu konflik, tidak pernah dilandasi oleh azas cinta kasih. setidaknya itu yg dilakukan pertama manusia dalam berinteraksi. itu yang sedang dipelajari ray pada malam itu. beberapa bulan kebelakang ray bukanlah seorang yang menyukai buku apalagi ilmu filsafat. ray adalah seorang kepala bagian surveyor di salah satu badan peminjaman uang atau perkreditan di bandung. kerja ray adalah memenej survey para calon peminjam atau nasabah di kantornya. ray jatuh cinta pada filsafat yang berhubungan tentang cinta semenjak dia dikenalkan dengan tulisan tulisan khalil gibran beberapa bulan kebelakang. tetapi karena dia beranggapan bahwa sang khalil gibran terlalu mellow dan bertele tele, maka dia beralih pada filsuf filsuf lainnya yang bercerita tentang cinta dalam karyanya, mulai dari nietzsche , freud, hingga ke sartre.

ray tak pernah lepas dari cara hidup metropolitan, seorang metroseksual dengan dandanan necis, perlente, gaya tubuh sombong dan elegan. tak akan ada yang menyangka dia menyukai filsafat. karena mungkin selama ini orang yang menyukai filsafat diidentikan dengan orang orang yang sangat tidak berperawakan dan bersifat seperti ray. beberapa "kata mutiara" dari filsuf tersebut sering ray gunakan untuk menggoda wanita, seorang pria muda modern mapan dengan kata kata romantis yang mantap, nampaknya wanita sulit untuk menolaknya. bukan sekali dua kali ray mencoba dekat dengan wanita lewat hal seperti ini. namun sayang sekali, ranjang adalah tujuan akhirnya dengan wanita wanita tersebut. dia mempercayai pemikiran sartre dimana manusia adalah objek mahluk jasmani, bukan rohani. dengan hal itu dia percaya bahwa manusia tidak mengurangi dan merugikan diri sendiri, memperkaya diri sendiri, menjadi lebih manusia dan menjadi lebih persona. ray berpendapat bahwa wanita dapat diperdaya oleh intelektualitasnya. 

pada suatu saat ray mendekati seorang wanita bernama rosie, seorang anak designer grafis lulusan singapura... to be continue...    

     

Wednesday, August 12, 2009

kejadian..

"Dunia serasa berputar, tahu-tahu aku sudah tertunduk di tanah; aku tertawa dan menangis sejadi-jadinya."  -ujar sartre dalam salah satu novelnya

ini yang sedang terjadi pada saya, siang ini sesuatu membuat saya tertunduk di tanah, membuat tertawa lepas dan sekaligus menangis sejadi jadinya. kejadian memang tidak dapat diduga sebelumnya, tak ada pembacaan situasi yang tepat akan masa depan oleh siapapun, saya menganggap itu semua adalah kebetulan yang terulang, a lucky random circumstances which happens over and over again, atau mungkin ada suatu bentuk perhitungan sederhana.

kejadian bisa saja berulang, kejadian akan datang dan pergi, tidak akan diketahui seperti apa kejadian yang selanjutnya terjadi, kejadian memberikan tanda tanya besar pada orang yang mengalaminya, kejadian pasti selalu terjadi, kembali lagi, kejadian bisa saja terulang, dengan ruang dan objek yang sama ataupun berbeda sama sekali, jangan sesali kejadian yang telah terjadi, semua ini hanyalah permainan, dan tergantung bagaimana anda memainkannya..   

Tuesday, August 4, 2009

email pagi untuk andre..

Selamat pagi andre,

Nampaknya saat ini sudah datang, saat yang memang tak pernah ingin kulalui, yaitu perpisahan kita. Aku sudah melupakan dimana saat kau menciumku pagi hari dan membangunkanku dengan ciuman hangatmu itu. Aku sudah mencoba melupakan dimana saat ulang tahunku kau cuti bekerja, memberi kejutan dengan kue tart di pagi hari, membuatkanku sarapan, memasak omlet dan menyediakanku segelas orange juice, dan menjadi pelayanku selama satu hari penuh. Sejujurnya aku akan merindukan saat saat itu, saat istimewa yang selalu kau berikan untukku.  

Sebelumnya aku minta maaf, aku menceritakan ini semua melalui email, karena aku tidak mungkin untuk membicarakannya langsung didepanmu. Aku tidak punya keberanian. Aku terlalu pengecut. selama 4 bulan terakhir ini aku berhubungan dengan steve, dia aku tau ini semua salah, aku menghianatimu, tetapi jauh di dalam lubuk hatiku, aku merasa ini benar, dan ini lah yang kuinginkan. tolong jangan bantah, ini yang sejujurnya aku rasakan, aku tau ini berat, tetapi aku akan melaluinya dengan baik. aku sekarang sudah di sydney, semua barang barang di apartement sudah aku pidahkan 3 hari lalu, dan beberapa pakaianmu sudah aku titipkan pada Mrs. grady.  

all i wanna say is, mungkin ini yang terbaik untuk kita, semoga semuanya menjadi pelajaran yang berarti bagi kita berdua, menjadi pengalaman paling berharga untuk masa depan. 

bapak itu..


di hadapanku dia masih bercerita siapa dirinya dulu, seorang kepala dinas salah satu instansi provinsi jawa barat. bercerita bangga bagaimana dia dahulu berprestasi hingga sang gubernur saat itu sering memberikan pujian, bagaimana dia berhasil melaksanakan program program merata hingga ke kabupaten kabupaten, bagaimana dia dahulu mampu untuk tidak berorupsi selama memegang jabatan tersebut, dan berbagai cerita lainnya yang utamanya membanggakan dirinya. aku senang mendengarkan ceritanya, malahan aku memang senang mendengarkan cerita orang orang, karena bagiku ini semua adalah pelajaran akan hidup, aku bisa mendapatkan pelajaran banyak dari hal itu.    

usianya sekarang sudah menginjak enam puluh. semenjak pensiun beberapa tahun kebelakang, bapak ini tidak berkegiatan apapun. dia hanya tinggal di rumah besar di kawasan gegerkalong bandung. "tinggal di tempat ini tenang dan bisa memasyarakat" ujarnya. dia mecontohkan para pejabat yang tinggal di perumahan elit yang dimana mereka bahkan tidak pernah kenal dengan tetangga sebelah rumahnya. bapak ini baik hati, namun sayang, beberapa tetangga tidak menyukainya. dia memang aktif di lingkungan sekitar, namun para tetangga suka mengeluhkan bagaimana dia bertindak, dengan tingkah yang suka memerintah seenaknya. saya berpikir, inikah yang disebut post power syndrome. 

tetapi disayangkan dengan watak bapak yang baik hati itu dia kurang disukai tetangga, mereka belum mengenal seperti apa bapak itu sebenarnya, atau mungkin bapak itu belum mengenal bagaimana homogenisasi dan "hidup memasyarakat" seperti yang tadi dia jelaskan? lalu, si bapak terus meneruskan ceritanya saat dia masih menjadi kepala dinas itu..